Harga Bitcoin Melesat 20 Persen, Indodax Ingatkan Pentingnya Riset

Minggu, 30 Agustus 2026 | 16:40:29 WIB
Ilustrasi Bitcoin (FOTO : NET)

JAKARTA – Bitcoin (BTC) kembali mengalami penguatan hingga melampaui level 80 ribu dolar AS pada 25 Agustus 2026 usai sempat berada di rentang 64 ribu dolar AS pada 17 Agustus. Lonjakan harga ini dipengaruhi oleh pergeseran sentimen makro global serta derasnya arus masuk dana ke ETF spot Bitcoin.

Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian berpendapat bahwa laju penguatan Bitcoin menandakan adanya perubahan sentimen pasar yang terlihat dari beberapa indikator. Walau demikian, kenaikan harga yang relatif singkat ini tetap harus diimbangi dengan manajemen risiko yang matang.

“Momentum Bitcoin dalam beberapa hari terakhir menunjukkan perubahan sentimen yang cukup signifikan. Penguatan harga berjalan bersamaan dengan meningkatnya permintaan melalui ETF spot Bitcoin dan membaiknya kondisi pasar. Namun, kenaikan yang berlangsung cepat tetap perlu diimbangi dengan disiplin dalam mengelola risiko, terutama bagi investor yang baru kembali melihat peluang di pasar,” ujar Aloysia sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Salah satu pendorong utama perhatian pasar datang dari kebijakan Treasury buyback di Amerika Serikat. Langkah tersebut dinilai mampu mempertahankan likuiditas sekaligus mendongkrak daya tarik aset berisiko, seperti kripto.

Dari sudut pandang permintaan, instrumen ETF spot Bitcoin di Amerika Serikat kembali membukukan aliran dana positif. Mengutip data SoSoValue, ETF Bitcoin spot berhasil meraih net inflow mendekati 2,57 miliar dolar AS pada rentang 17-25 Agustus 2026.

Dalam kurun waktu yang sama, CryptoQuant mencatat bahwa Bull Score Bitcoin melonjak drastis dari angka 30 menuju 80 hanya dalam sepekan. Hal ini mengindikasikan kian kuatnya rasa optimisme serta keberanian pelaku pasar dalam mengambil risiko.

Setelah sempat bergerak lambat pada awal Agustus, pergerakan Bitcoin mulai melaju pesat sejak 19 Agustus dengan kenaikan melebih 20 persen dalam tiga hari. Pengaruh short squeeze turut mendorong harga Bitcoin hingga menembus angka 80 ribu dolar AS pada 25 Agustus.

“Arus dana ETF menjadi salah satu indikator bahwa permintaan terhadap Bitcoin kembali menguat. Ketika peningkatan permintaan tersebut berjalan bersamaan dengan kenaikan harga, momentum pasar menjadi lebih kuat. Namun, pergerakannya tetap perlu dibaca bersama kondisi makro, likuiditas, aktivitas pasar, dan sentimen investor secara keseluruhan,” jelas Aloysia sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Meskipun tren pasar sedang menguat, tingkat sentimen investor yang berada di zona optimistis tetap patut diwaspadai. Kondisi tersebut selain membuka peluang, juga menyimpan potensi risiko volatilitas apabila pelaku pasar terlalu gegabah mengejar harga.

Aloysia menyampaikan agar para investor menyelaraskan strategi dengan tujuan serta profil risiko masing-masing. Pelaku investasi jangka pendek diimbau mengevaluasi besaran posisi dan batas toleransi risiko, sedangkan pemodal jangka panjang dapat menerapkan strategi secara bertahap.

“Momentum bullish tidak selalu bergerak dalam satu arah. Fokus investor sebaiknya bukan mengejar harga atau menebak titik tertinggi, tetapi memahami faktor yang menggerakkan pasar dan memiliki rencana menghadapi berbagai skenario,” tambah Aloysia sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pihak Indodax turut mengingatkan investor untuk selalu menerapkan Do Your Own Research (DYOR), mengenali karakteristik serta sifat fluktuatif aset kripto, dan menjalankan manajemen risiko sebelum mengambil tindakan transaksi.

Tags

Terkini