FINANSIALINSIGHT.COM — Keputusan Kevin Keegan meninggalkan Liverpool pada 1977 merupakan lompatan besar ke wilayah yang belum pernah dijelajahi pemain Inggris kala itu. Di era di mana hampir tidak ada pemain Britania yang berkarier di luar negeri, langkahnya ke Hamburg adalah sebuah perjudian besar yang akhirnya berbuah manis.
Keegan bukan pemain sembarangan ketika hengkang. Ia adalah bintang utama Liverpool yang baru saja mengantarkan The Reds meraih Piala Eropa pertama dalam sejarah klub. Namun, ia justru merasa perlu tantangan baru.
Alasan Keegan Tinggalkan Liverpool: Bukan Soal Uang Semata
"Saya rasa saya stagnan di Liverpool, meskipun saya mencintai klub, para penggemar, dan pemainnya," ujar Keegan kepada FourFourTwo pada April 2007. "Saya butuh perubahan; saya bukan tipe orang yang bertahan di satu klub seumur hidup."
Meski demikian, faktor finansial juga memegang peranan penting. "Hamburg menawari saya gaji empat kali lipat dari yang saya terima, itu luar biasa. Secara finansial, keputusan ini tepat," tambahnya.
Keuntungan lain, sang istri fasih berbahasa Jerman, sehingga proses adaptasi keluarga berjalan lebih mulus. "Saya hanya berpikir, 'Itulah tantangan yang ingin saya coba'," kenangnya.
Keegan di Hamburg: Dua Ballon d'Or dan Gelar Bundesliga
Keputusan berani itu terbukti tepat. Selama membela Hamburg, Keegan memenangkan Ballon d'Or dua kali secara beruntun—hingga kini ia masih menjadi satu-satunya pemain Inggris yang meraih penghargaan individu tertinggi itu lebih dari satu kali.
Ia juga membawa Hamburg meraih gelar juara Bundesliga dan menembus final Piala Eropa 1980. Kesuksesannya membuktikan bahwa pemain Inggris mampu bersaing di kompetisi Eropa, menepis anggapan bahwa mereka bukan investasi yang menguntungkan bagi klub luar negeri.
Satu Hal yang Tidak Disukai Keegan di Jerman: Sosis
Di balik kesuksesannya, ada satu hal yang membuat Keegan kurang nyaman: kuliner lokal. "Saya tidak suka sosis—sayangnya, saya tidak bisa menghindarinya di Jerman!" candanya.
Beruntung, ia menemukan pelarian manis. "Saya suka kue-kue di sana, meskipun pelatih saya tidak suka. Ada toko kue yang fantastis di sebelah tempat latihan... tapi saya memang tidak pernah menjadi penggemar sosis," tutupnya.
Kisah Keegan di Hamburg menjadi salah satu babak paling penting dalam sejarah eksodus pemain Inggris ke luar negeri, membuka jalan bagi generasi berikutnya seperti Gary Lineker dan David Beckham untuk mencoba peruntungan di liga asing.