FINANSIALINSIGHT.COM — Bermain di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, UNJ menutup kompetisi dengan koleksi 38 poin dari 14 pertandingan. Posisi puncak di fase grup sekaligus kemenangan di laga puncak membuat perjalanan UNJ di regional ini nyaris tanpa cela, sebuah pencapaian yang jarang terjadi di kompetisi antarkampus.
Sementara itu, di regional sebelah, STKIP Pasundan lebih dulu mengunci gelar juara dengan raihan 36 poin dari 12 laga. Kedua tim ini menjadi bukti bahwa persaingan level universitas di Indonesia semakin kompetitif dan terorganisir.
Dua Perwakilan Indonesia ke Markas PBB
Turnamen yang berlangsung sejak 18 April hingga 23 Agustus 2026 ini mempertemukan 15 tim universitas dalam 98 pertandingan. Namun, dampaknya tidak berhenti di lapangan hijau. Dua nama, Elang Cikal Brajananta dari STKIP Pasundan dan M. Elyas Aryo Saputro dari Institut Teknologi Bandung (ITB), terpilih mewakili Indonesia dalam program One World, One Game, One Goal: Football for Youth Mental Health & Well-being di Markas Besar PBB, New York, pada 17 Juli 2026.
Keikutsertaan mereka menempatkan mahasiswa Indonesia di forum global yang membahas peran sepak bola bagi kesehatan mental generasi muda. Ini nilai tambah yang jarang dimiliki kompetisi internal kampus lain.
Sepak Bola Kampus Bukan Sekadar Soal Skor
Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha Destria, menegaskan bahwa ajang ini dirancang untuk membentuk karakter, bukan hanya mencari juara. Menurutnya, perguruan tinggi punya peran strategis dalam mengasah kepemimpinan, disiplin, dan kepercayaan diri mahasiswa lewat olahraga.
"Liga Universitas Coca-Cola menunjukkan bagaimana sepak bola dan pendidikan dapat berjalan beriringan dalam mendukung perkembangan generasi muda, lebih dari sekadar kompetisi olahraga," ujar Ratu Tisha yang juga Pendiri Yayasan Grha Gemah Nusa.
Dukungan Lintas Sektor Jadi Kunci Keberlanjutan
Ratu Tisha menilai kompetisi semacam ini tidak akan berkelanjutan tanpa kolaborasi kuat. Ia menyebut ekosistem olahraga, sektor swasta, perguruan tinggi, dan pemerintah harus bergerak bersama untuk membuka akses lebih luas bagi mahasiswa.
Liga Universitas Coca-Cola 2026 sendiri dirancang untuk mendorong ketangguhan, kolaborasi, dan sportivitas di lingkungan kampus. Dengan format dua regional dan total hampir seratus pertandingan, kompetisi ini menjadi salah satu agenda tahunan yang dinantikan kalangan mahasiswa. Kini, perhatian akan beralih pada bagaimana UNJ dan STKIP Pasundan memanfaatkan momentum juara untuk pembinaan jangka panjang.