FINANSIALINSIGHT.COM — Laporan tahunan Fenix International Ltd menunjukkan perusahaan membukukan laba sebelum pajak sebesar US$714 juta (sekitar Rp 12,64 triliun) pada tahun lalu, meningkat 5% dibandingkan periode 2024. Dari laba tersebut, perusahaan mengalokasikan dividen sebesar US$535 juta untuk tahun buku yang berakhir 30 November 2025, kemudian membayar tambahan US$174 juta hingga 26 Maret 2026.
Radvinsky, pengusaha kelahiran Ukraina yang dibesarkan di Amerika Serikat, menguasai OnlyFans sejak membeli platform tersebut dari pendirinya di Inggris pada 2018. Setelah ia meninggal, kepemilikan perusahaan beralih kepada istrinya, Yekaterina "Katie" Chudnovsky.
Laba Fenix International Hampir Setara Marks & Spencer
Skala profitabilitas OnlyFans terbilang ekstrem jika dibandingkan dengan jumlah karyawannya yang hanya 47 orang. Sebagai perbandingan, raksasa ritel Inggris Marks & Spencer yang mempekerjakan lebih dari 65.000 orang membukukan laba sekitar 671 juta pound sterling pada periode yang sama.
Model bisnis OnlyFans sendiri terbilang sederhana: mengambil komisi 20% dari setiap pembayaran pengguna. Sepanjang 2025, platform ini mencatatkan 132 juta pelanggan berbayar dan 2,5 juta kreator aktif.
Kontribusi Pajak dan Sorotan Regulator
CEO OnlyFans Keily Blair menyatakan perusahaan telah membayarkan lebih dari US$30 miliar kepada para kreator sejak platform diluncurkan satu dekade lalu. "OnlyFans memberikan peluang nyata kepada orang-orang dengan menciptakan ruang yang aman dan teregulasi, tempat mereka dapat memonetisasi konten kepada basis penggemar global," kata Blair, dikutip dari BBC International.
Perusahaan juga mengklaim telah membayar lebih dari 600 juta pound sterling dalam bentuk pajak perusahaan sejak 2016. Namun, pertumbuhan bisnis ini tidak lepas dari pengawasan ketat regulator.
Pada 2024, regulator Inggris menyelidiki kemungkinan anak-anak mengakses konten pornografi di OnlyFans. Ofcom, regulator komunikasi Inggris, akhirnya menghentikan penyelidikan tersebut tetapi tetap menjatuhkan denda sekitar 1 juta pound sterling karena perusahaan dinilai gagal memberikan informasi akurat mengenai mekanisme pemeriksaan usia pengguna.
Dokumenter BBC dan Tuduhan Eksploitasi Kreator
Di luar masalah teknis, dokumenter BBC Three sebelumnya mengungkap tuduhan eksploitasi, pemaksaan, dan kekerasan terhadap sejumlah kreator di platform tersebut. Hingga kini, OnlyFans mewajibkan penggunanya berusia minimal 18 tahun dan terus menjadi salah satu platform langganan dengan pertumbuhan tercepat di Eropa.