JAKARTA – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membuka peluang untuk menambah kepemilikan saham di PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE), sejalan dengan strategi perseroan memperluas bisnis alias diversifikasi ke komoditas nikel atau di luar batu bara.
Sebelumnya, ITMG telah mengakuisisi 9,62 persen saham NICE. Kepemilikannya tercatat sebanyak 585 juta saham per 4 Juli 2025.
Adhi Kartiko Pratama dengan kode saham NICE merupakan perusahaan pertambangan nikel. NICE memiliki izin usaha pertambangan (IUP) dan mengelola seluruh proses pertambangan nikel, mulai dari eksplorasi hingga produksi.
Tambang nikel NICE berlokasi di Lameruru, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Posisi Konawe Utara terbilang strategis dalam mendukung kelancaran operasi penambangan.
Tak hanya nikel, ITMG juga membidik sejumlah mineral strategis yang dinilai berperan penting dalam mendukung elektrifikasi dan kebutuhan energi pada masa depan.
Direktur Utama ITMG, Mulianto mengatakan, perseroan mulai memasuki bisnis nikel karena melihat arah perkembangan energi global yang semakin mendukung ekosistem elektrifikasi di dalam negeri.
“Tentu saja bahwa kita sudah mulai memasuki bisnis nikel karena kita percaya bahwa arah dari energi ke depan adalah bagaimana kita bisa mensupport elektrifikasi,” ujar Mulianto sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Menurutnya, nikel merupakan salah satu mineral yang dibutuhkan dalam proses elektrifikasi. Bahkan, ITMG tidak akan berhenti pada komoditas itu saja. Ke depan, perseroan berencana memperluas portofolio bisnisnya dengan masuk ke berbagai mineral strategis atau strategic minerals.
“Dan dari proses elektrifikasi tersebut, salah satunya adalah nikel. Jadi ke depan bukan hanya nikel saja yang akan kita masukin, tetapi kita akan masuk ke banyak mineral-mineral yang biasa kita sebut strategic minerals,” paparnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Mineral strategis yang dibidik ITMG merupakan komoditas yang dapat mendukung proses elektrifikasi maupun memenuhi kebutuhan energi pada masa mendatang.
“Di mana mineral-mineral tersebut bisa membantu proses elektrifikasi ke depan atau sebagai energi demand di masa yang akan datang,” pungkas dia sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Sejalan dengan strategi tersebut, ITMG juga tidak menutup kemungkinan untuk meningkatkan kepemilikannya di NICE, emiten yang bergerak di sektor pertambangan nikel.
Penambahan kepemilikan saham NICE menjadi salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan perseroan apabila langkah tersebut mampu memberikan nilai tambah.
“Dan untuk pertanyaan apakah kita akan menambah kepemilikan di NICE, tentu saja itu adalah salah satu menjadi pertimbangan kita, apabila itu bisa memberikan value yang lebih,” katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Meski demikian, Mulianto belum memerinci besaran tambahan saham maupun waktu pelaksanaan aksi tersebut. Ia menegaskan, setiap peluang investasi akan dikaji berdasarkan nilai dan strategi bisnis ITMG.
“Jadi pada prinsipnya, opsi itu adalah selalu terbuka bagaimana value dan strategi kita ke depan supaya kita bisa jalankan secara lebih smooth,” lanjut Mulianto sebagaimana dilansir dari berita sumber.