IHSG Turun ke Level 6.678 Saham INDY AADI hingga ANTM Tetap Menguat

IHSG Turun ke Level 6.678 Saham INDY AADI hingga ANTM Tetap Menguat
Ilustrasi ihsg (FOTO : NET)

JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada posisi 6.678,2 saat penutupan perdagangan Rabu (9/9/2026). Walaupun indeks mengalami penurunan, beberapa saham seperti INDY, AADI, dan ANTM justru mengalami penguatan.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG mengalami penurunan sebesar 0,12 persen atau terkoreksi 8,24 poin ke level 6.678,2. Indeks komposit mengawali perdagangan hari ini pada posisi 6.700,83 dan sempat mencapai titik tertinggi pada level 6.707,30.

Dalam perdagangan tersebut, tercatat 308 saham mengalami kenaikan, 317 saham melemah, dan 169 saham tidak bergerak. Pada saat yang sama, total nilai kapitalisasi pasar berada di angka Rp11.700,14 triliun.

Di saat indeks mengalami penurunan, saham PT Indika Energy Tbk. (INDY) mencatatkan kenaikan tajam sebesar 11,03 persen menjadi Rp3.120 dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) menguat 5,96 persen ke posisi Rp12.450. Selain itu, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) ikut menanjak 5,14 persen ke Rp4.910 per saham.

Saham jajaran LQ45 lainnya seperti PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) juga mengalami kenaikan 4,69 persen ke posisi Rp1.005, yang kemudian disusul PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) dengan penguatan 3,90 persen menjadi Rp3.200 per saham.

Pada penutupan perdagangan sesi I sebelumnya, IHSG sempat mengalami penurunan 0,58 persen ke level 6.648 meski sempat menguat saat awal pembukaan.

Laporan analisis dari Mirae Asset Sekuritas menunjukkan pergerakan IHSG mengalami tekanan signifikan sepanjang sesi pertama perdagangan. Tekanan terhadap indeks tersebut utamanya disebabkan oleh aksi jual pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar.

Saham BBCA menjadi penekan utama di sektor perbankan setelah merosot 2,3 persen, lalu disusul BBNI yang mengalami penurunan sebesar 1,8 persen.

Tak hanya itu, saham perbankan milik BUMN lainnya juga berada di area merah. BMRI mencatatkan penurunan sebesar 0,9 persen, sementara BBRI melorot 0,6 persen.

Koreksi pada IHSG ini seirama dengan pergerakan mayoritas bursa di wilayah Asia yang melemah hingga siang hari. Para pelaku pasar sedang mencermati dampak dari kenaikan kembali harga minyak mentah di pasar internasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index