Tarif Pengiriman Kuartal 2 Kuat DBS Naikkan Target Harga Maersk

Tarif Pengiriman Kuartal 2 Kuat DBS Naikkan Target Harga Maersk
Ilustrasi Tarif Pengiriman Kuartal (FOTO : NET)

JAKARTA – A.P. Moller-Maersk menjadi sorotan pada hari Kamis setelah DBS menaikkan target harganya pada raksasa pengiriman kontainer asal Denmark tersebut, dengan alasan tarif pengiriman kuartal kedua yang lebih kuat dari perkiraan dan ekspektasi bahwa tarif yang tinggi dapat bertahan hingga sisa tahun 2026.

DBS mempertahankan peringkat "hold" pada Maersk tetapi menaikkan target harganya menjadi DKK17.123 dari DKK14.030, sekaligus meningkatkan targetnya pada rival Hapag-Lloyd menjadi €117 dari €114.

Perusahaan pengiriman kontainer membukukan hasil kuartal kedua yang kuat karena tarif pengiriman yang tinggi mendukung pendapatan, dengan Maersk secara khusus mendapat manfaat dari kenaikan tarif sebesar 22% secara tahunan, dibandingkan dengan kenaikan 9% di Hapag-Lloyd, kata analis DBS Harishankar Ramamoorthy dalam sebuah catatan.

Perbedaan ini signifikan karena pendapatan Maersk sangat sensitif terhadap tarif pengiriman. DBS memperkirakan bahwa perubahan $100 dalam tarif pengiriman dapat mempengaruhi EBIT tahunan Maersk sekitar $1,3 miliar.

DBS memperkirakan tarif pengiriman yang tinggi akan bertahan hingga sisa tahun 2026, mendukung pendapatan Maersk dan operator kontainer lainnya.

Namun demikian, bank tersebut melihat adanya hambatan yang muncul tahun depan seiring bertambahnya kapasitas pengiriman yang masuk ke pasar dan potensi pembukaan kembali jalur Laut Merah yang dapat meringankan beberapa kendala pasokan yang telah membantu menjaga tarif pengiriman tetap tinggi.

Hal ini membuat Maersk dan Hapag-Lloyd terlihat relatif cukup tervalorisasi bahkan setelah prospek pendapatan yang lebih kuat, mendorong DBS untuk mempertahankan peringkat Hold pada kedua perusahaan tersebut.

Hasil kuartal kedua Maersk menggarisbawahi kekuatan lingkungan tarif pengiriman saat ini, dengan tarif spot Ocean yang lebih tinggi mendukung pendapatan. Perusahaan kemudian menaikkan proyeksi tahunan 2026-nya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index