JAKARTA – Saham-saham pertambangan emas di kawasan Asia mencatatkan kenaikan tajam pada Kamis setelah emas batangan berhasil bertahan di atas level psikologis penting 4.500 dolar AS per troy ounce. Lonjakan ini melanjutkan tren positif dari reli semalam yang menjadi kenaikan terbesar dalam kurun waktu hampir tiga bulan, meskipun harganya mengalami sedikit penurunan akibat aksi ambil untung di sesi perdagangan Asia.
Emas spot tercatat mengalami penurunan sekitar 1 persen pada hari ini, namun posisinya tetap stabil di atas 4.500 dolar AS. Hal ini terjadi setelah harganya melonjak 4,4 persen semalam dan ditutup pada tingkat 4,523 dolar AS, yang merupakan level penutupan tertinggi dalam kurun waktu hampir tiga bulan.
Reli yang terjadi semalam berlangsung setelah emas berhasil menembus beberapa rintangan teknikal secara meyakinkan. Hambatan yang dilalui tersebut mencakup resistensi tren turun pada kisaran 4,430 dolar AS, titik tertinggi pekan lalu di posisi 4,449 dolar AS, serta rata-rata pergerakan 200 hari yang berada di dekat 4,509 dolar AS.
Lonjakan harga tersebut dipicu oleh penurunan signifikan mata uang dolar AS serta melemahnya imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka panjang. Kondisi ini mengemuka usai Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana untuk melipatgandakan ukuran operasi pembelian kembali obligasi pemerintah bertenor panjang.
Departemen Keuangan menyatakan bahwa operasi pada sektor tenor 10 hingga 20 tahun dan 20 hingga 30 tahun akan meningkat menjadi setidaknya 4 miliar dolar AS dari batas maksimum sebelumnya sebesar 2 miliar dolar AS, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Di samping itu, emas turut memperoleh dorongan positif dari tingginya kecemasan terhadap kondisi fiskal pemerintah AS setelah utang nasionalnya menembus angka 40 triliun dolar AS. Situasi tersebut memperkuat minat investor terhadap aset-aset yang dianggap aman untuk menyimpan nilai.
Kenaikan pesat pada harga emas batangan semalam pada akhirnya memberikan dampak positif berupa peningkatan menyeluruh pada sektor pertambangan emas di Asia.
Pada bursa Hong Kong, Zijin Gold International mencatatkan kenaikan sebesar 15,90 persen, sementara Zhaojin Mining menguat 8,57 persen, Shandong Gold naik 8,12 persen, Lingbao Gold bertambah 8,08 persen, Chifeng Jilong Gold Mining naik 6,19 persen, dan Zijin Mining meningkat 6,42 persen.
Perusahaan tambang di Australia juga turut mencatatkan penguatan, dengan Ramelius Resources melonjak 11,17 persen, Genesis Minerals menguat 10,88 persen, Regis Resources naik 10,78 persen, Perseus Mining bertambah 10,12 persen, Evolution Mining naik 10,05 persen, dan Westgold Resources terangkat 8,65 persen.
Selanjutnya, Northern Star Resources mengalami kenaikan sebesar 5,92 persen dan Newmont menguat 7,10 persen. Sementara itu di bursa Tokyo, Sumitomo Metal Mining melambung hingga 10,45 persen.
Emas juga mengawali perdagangan di atas level psikologis 4.500 dolar AS yang semakin mempertegas arti penting dari lonjakan semalam. Logam mulia ini masih berada di kisaran tingkat tertingginya sejak awal Juni pada hari Kamis ini meski sempat terkoreksi tipis.