Cek Profil Emiten KIJA, Lini Usaha, dan Kinerja Terbaru Kuartal II 2026

Cek Profil Emiten KIJA, Lini Usaha, dan Kinerja Terbaru Kuartal II 2026
Ilustrasi Emiten KIJA (FOTO : NET)

JAKARTA – Intip profil emiten KIJA yang melanjutkan kinerja positif. Saham PT Jababeka Tbk (KIJA) kembali menjadi perhatian investor seiring pergerakan harga sahamnya.

Saham KIJA ditutup di level Rp166 per saham, melonjak 34,96 persen dalam sehari pada Selasa (18/8). Kenaikan tersebut terjadi meskipun kinerja keuangan perseroan pada semester I 2026 masih berada di bawah tekanan.

Pada 19 Agustus 2026, pergerakan KIJA kembali menjadi perhatian dengan melanjutkan kinerja positif dengan naik 3,01 persen ke Rp 171/saham (data pukul 11.00 WIB).

Lalu, seperti apa profil emiten ini? Cek lini usaha hingga kinerja keuangan terbaru saham KIJA.

Profil Singkat KIJA

PT Jababeka Tbk (KIJA) didirikan pada 1989 dan dikenal sebagai salah satu pengembang kawasan industri besar di Indonesia.

KIJA merupakan emiten properti yang memiliki bisnis utama pengembangan kawasan industri terintegrasi, dengan basis utama di Kota Jababeka, Cikarang, serta pengembangan kawasan industri di Kendal, Jawa Tengah. Perseroan tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 10 Januari 1995.

Menariknya, bisnis KIJA tidak hanya mengandalkan penjualan lahan. Perseroan juga memiliki sumber pendapatan berulang dari infrastruktur, pembangkit listrik, jasa pemeliharaan, hingga bisnis pariwisata dan golf.

Model bisnis Jababeka menggabungkan pengembangan kawasan industri dengan berbagai fasilitas pendukung. Konsep tersebut membuat kawasan industri tidak hanya menjadi lokasi pabrik, tetapi juga dilengkapi fasilitas komersial, residensial, infrastruktur, utilitas, dan pengelolaan kawasan.

Kota Jababeka di Cikarang menjadi salah satu aset utama perseroan. Kawasan tersebut berada sekitar 35 kilometer sebelah timur Jakarta dan terhubung dengan koridor Jakarta-Bandung.

Lini Usaha KIJA

Melansir laman resmi KIJA, kegiatan bisnis KIJA dapat dibagi ke dalam beberapa lini utama.

Pengembangan Lahan dan Properti Ini merupakan bisnis utama Jababeka yang mencakup pengembangan serta penjualan lahan industri, properti residensial dan komersial, serta bangunan pendukung. Kawasan Cikarang menjadi salah satu pusat utama bisnis tersebut, sementara Kawasan Industri Kendal menjadi salah satu sumber pertumbuhan yang semakin penting bagi perseroan. Pada 2025, kontribusi segmen real estate mencapai sekitar Rp2,46 triliun, berdasarkan laporan kinerja tahunan KIJA.

Infrastruktur dan Jasa Pemeliharaan KIJA juga mendapatkan pendapatan dari pengelolaan infrastruktur kawasan industri. Lini ini mencakup berbagai layanan seperti pengelolaan kawasan, air, air limbah, pemeliharaan infrastruktur, serta layanan pendukung bagi tenant. Keberadaan bisnis tersebut membuat KIJA memiliki sumber pendapatan berulang, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada penjualan lahan baru. Pada semester I 2026, pilar infrastruktur bahkan menjadi sumber pendapatan yang semakin dominan.

Pembangkit Listrik Jababeka memiliki bisnis pembangkit dan distribusi listrik untuk mendukung kebutuhan kawasan industri. Segmen pembangkit listrik menjadi salah satu kontributor pendapatan terbesar KIJA. Pada 2025, pendapatan dari sektor ini mencapai sekitar Rp1,81 triliun.

Dry Port KIJA juga memiliki bisnis terkait logistik melalui fasilitas dry port yang mendukung aktivitas industri dan distribusi barang. Bisnis ini menjadi bagian dari ekosistem kawasan industri Jababeka dan memberikan tambahan pendapatan di luar penjualan lahan.

Golf dan Leisure Perseroan memiliki lini usaha golf dan fasilitas rekreasi. Pada 2025, segmen golf menyumbang sekitar Rp82,46 miliar.

Pariwisata Jababeka juga memiliki bisnis pariwisata, termasuk pengembangan kawasan wisata dan fasilitas pendukung. Portofolionya mencakup pengembangan di kawasan seperti Tanjung Lesung dan Morotai.

Susunan Manajemen KIJA

Berikut ini informasi mengenai manajemen dari KIJA.

Direksi

Setyono Djuandi Darmono: Direktur Utama (Terafiliasi: Ya)

Tedjo Budianto Liman: Wakil Direktur Utama (Terafiliasi: Ya)

Tjahjadi Rahardja: Direktur (Terafiliasi: Ya)

Hyanto Wihadhi: Direktur (Terafiliasi: Ya)

Dewan Komisaris

Drs. H. Suhardi Alius, M.H.: Komisaris Utama (Independen: Ya)

Gan Michael: Komisaris (Independen: Tidak)

Basuri Tjahaja Purnama: Komisaris (Independen: Ya)

Kinerja Keuangan Q2 2026

Mengutip data BEI, KIJA membukukan rugi bersih sebesar Rp177,9 miliar pada kuartal II 2026, berbalik dari laba bersih Rp310,7 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Dengan demikian, perseroan mencatat rugi bersih per saham sebesar Rp8,54 per lembar.

Dari sisi pendapatan, KIJA mencatat Rp2,44 triliun pada semester I 2026, turun 10,6 persen secara tahunan dibandingkan Rp2,73 triliun pada semester I 2025. Laba kotor juga turun 24,7 persen menjadi Rp840,5 miliar dari sebelumnya Rp1,12 triliun, sedangkan EBITDA merosot 36,7 persen menjadi Rp533,1 miliar.

Jika dibandingkan dengan kuartal I 2026, pendapatan KIJA sebenarnya meningkat 104,4 persen dari Rp1,19 triliun menjadi Rp2,44 triliun, sementara laba kotor naik 94,5 persen dan EBITDA tumbuh 90,7 persen.

Namun, laba bersih berbalik turun 407,8 persen secara kuartalan dari laba Rp57,8 miliar pada kuartal I 2026 menjadi rugi Rp177,9 miliar pada semester I 2026.

Itulah informasi mengenai profil emiten KIJA yang melanjutkan kinerja positif pada perdagangan pekan ini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index