PRDA Siapkan Kas Internal Rp 150 Miliar Guna Buyback Saham

PRDA Siapkan Kas Internal Rp 150 Miliar Guna Buyback Saham
Ilustrasi buyback saham (FOTO : NET)

JAKARTA – PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) kembali menyiapkan aksi pembelian kembali alias buyback dengan nilai maksimal Rp 150 miliar, yang dilakukan secara bertahap maupun sekaligus melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai 20 Agustus hingga 19 November 2026.

Direktur Utama Prodia Widyahusada Liana Kuswandi menyatakan bahwa buyback merupakan bagian dari strategi perseroan dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham. Langkah ini menjadi bentuk keyakinan manajemen pada prospek bisnis PRDA di tengah kondisi pasar yang masih berfluktuasi.

"Sebagai perusahaan dengan fundamental yang kuat, kami memandang buyback sebagai langkah strategis untuk menunjukkan keyakinan Perseroan terhadap prospek bisnis jangka panjang," jelasnya dalam keterbukaan informasi, Rabu (19/8) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurut Liana, PRIDO bakal melaksanakan buyback saham secara prudent dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik serta mematuhi ketentuan yang berlaku.

Finance & Sustainability Director sekaligus Corporate Secretary Prodia Widyahusada Marina Eka Amalia menambahkan bahwa aksi buyback didukung oleh kondisi likuiditas, arus kas, dan fundamental perseroan yang sehat.

"Kami melihat harga saham PRDA saat ini belum sepenuhnya mencerminkan fundamental Prodia, katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Marina menjelaskan bahwa buyback dinilai sebagai salah satu bentuk alokasi modal yang tepat untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham. Adapun dana untuk buyback tersebut sepenuhnya berasal dari kas internal PRDA.

Rencana ini mengacu pada POJK Nomor 13 Tahun 2023, POJK Nomor 29 Tahun 2023, serta Surat OJK Nomor S-10/D.04/2026. Berdasarkan ketentuan tersebut, Prodia dapat melakukan aksi buyback tanpa perlu terlebih dahulu memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Sebelumnya, PRDA juga telah melaksanakan program buyback pada 2025. Buyback kala itu merupakan upaya menjaga stabilitas harga saham di tengah volatilitas pasar sekaligus memperkuat kepercayaan pemegang saham.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index