IHSG Berbalik Lemah 0,14 Persen di Sesi I Tertekan Saham BBRI dan TLKM

Kamis, 10 September 2026 | 18:28:01 WIB
Ilustrasi saham (FOTO : NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah hingga terperosok ke zona merah dengan penurunan 0,14% pada level 6.668 di Sesi I, Kamis (10/9/2026). Pergerakan ini salah satunya terdorong oleh tekanan pada saham Bank BRI (BBRI) hingga Telkom Indonesia (TLKM).

Padahal, IHSG sempat melonjak hingga mencapai level tertingginya di posisi 6.712 pada pembukaan perdagangan pagi hari. Kendati demikian, indeks perlahan-lahan merosot hingga menyentuh level 6.655.

Beberapa saham berkapitalisasi besar (big caps) menjadi pemberat utama IHSG di sepanjang Sesi I. Penurunan terdalam dicatatkan oleh saham sektor transportasi, kesehatan, serta keuangan yang masing-masing terkoreksi 0,56%, 0,48%, dan 0,35%.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai transaksi mencapai Rp11,54 triliun dari 24,05 miliar saham yang diperdagangkan dengan frekuensi sebanyak 1,49 juta kali.

Adapun sejumlah saham yang tercatat menjadi penekan utama (top laggards) pada Sesi I Kamis (10/9/2026) meliputi: PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengikis 7,33 poin PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengikis 6,65 poin PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengikis 6,14 poin PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengikis 2,96 poin PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) mengikis 2,47 poin PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) mengikis 1,66 poin PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengikis 1,64 poin PT Bank Mega Tbk (MEGA) mengikis 1,1 poin PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mengikis 0,92 poin PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) mengikis 0,92 poin

Awalnya IHSG dibuka menguat pagi tadi, namun segera berbalik melemah ke area merah. Kondisi ini dipicu oleh dinamika terbaru yang membawa sentimen pasar ke titik persimpangan.

Sikap wait-and-see mengantisipasi penetapan suku bunga moneter Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) pada 16 September 2026—di mana ekspektasi pasar masih terbelah dan cenderung memperkirakan rate hike—menjadi penekan berat bagi IHSG.

"Pasar juga tengah mengacu pada aksi korporasi yang dapat menjadi momentum seiring katalis makro yang relatif minim," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di samping itu, dinamika makro yang cenderung akomodatif, seperti penguatan nilai tukar rupiah hingga di bawah Rp17.600/US$, turut menopang sentimen pasar dalam jangka pendek.

Tags

Terkini