FINANSIALINSIGHT.COM — Kinerja tersebut mencakup entitas anak perseroan, Bank Syariah Nasional (BSN). Berdasarkan laporan keuangan bulanan konsolidasi yang dirilis Rabu (26/8), pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BTN tumbuh 5,23% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp9,70 triliun.
Pada saat bersamaan, beban bunga justru turun 12,08% menjadi Rp9,45 triliun. Alhasil, laba operasional konsolidasi melesat 43,12% ke angka Rp3,24 triliun.
Kredit Tumbuh 11,88%, DPK Tembus Rp455 Triliun
Fungsi intermediasi perseroan masih menjadi mesin utama pertumbuhan. Hingga Juli 2026, total kredit dan pembiayaan konsolidasi mencapai Rp421,66 triliun, naik 11,88% dari Rp376,89 triliun pada Juli 2025.
Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) konsolidasi tercatat Rp455,27 triliun atau tumbuh 13,58% yoy. Komposisinya terdiri dari:
- Deposito: Rp241,47 triliun
- Giro: Rp167,85 triliun
- Tabungan: Rp45,95 triliun
Transformasi Beyond Mortgage dan Dampaknya bagi Ekosistem Perumahan
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menegaskan bahwa capaian ini merupakan buah dari transformasi yang dibangun selama lebih dari satu dekade. Perusahaan bertransformasi dari sekadar housing specialist menuju fase Beyond Mortgage, yakni membangun ekosistem layanan keuangan terintegrasi bagi keluarga Indonesia.
"Bagi BTN, pertumbuhan bukan hanya tentang bagaimana kami memperkuat bisnis, tetapi juga bagaimana kehadiran BTN dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan. Semakin kuat BTN bertumbuh, semakin besar pula manfaat yang ingin kami hadirkan bagi masyarakat, terutama dalam ekosistem perumahan yang menjadi DNA BTN," ujar Nixon dalam keterangan resminya.
Program Sosial: Perbaikan 20 RTLH Sepanjang 2026
Sebagai wujud kontribusi sosial, BTN bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menjalankan program "Rumah Bersih, Keuangan Bersih" pada 2026. Sebanyak 20 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) diperbaiki untuk keluarga prasejahtera di Lebak, Cianjur, Sukabumi, dan Purworejo.
Program ini merupakan lanjutan kolaborasi tahun lalu yang telah merenovasi 15 rumah. Dengan demikian, total 35 unit rumah telah diperbaiki selama dua tahun terakhir.
Nixon menambahkan, keberlanjutan bagi perseroan tidak hanya diukur dari kinerja finansial, tetapi juga dari peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar ekosistem perumahan nasional. "Kami percaya membangun rumah berarti membangun kehidupan. Karena itu, pertumbuhan BTN harus memberikan dampak yang dapat dirasakan masyarakat," tutup Nixon.