Stockbit Buka Data UBO dan Kepemilikan 1%, Respons Regulasi BEI-OJK 2026

Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:47:00 WIB

FINANSIALINSIGHT.COM — Perubahan regulasi di pasar modal Indonesia sepanjang 2026 membawa dampak signifikan pada cara investor membaca data. Salah satu yang paling fundamental adalah perluasan pengungkapan data pemegang saham, dari yang sebelumnya hanya untuk kepemilikan di atas 5% menjadi di atas 1%. Data ini mulai dipublikasikan BEI setiap bulan sejak 3 Maret 2026.

Head of PR & Corporate Communication Stockbit, William, menegaskan bahwa inovasi ini lahir dari kebutuhan trader dan investor profesional yang tidak lagi cukup dengan sekadar akses transaksi.

"Investor dan trader profesional membutuhkan lebih dari sekadar akses untuk melakukan transaksi. Mereka membutuhkan data yang semakin komprehensif, cepat, dan mudah dianalisis untuk memahami dinamika pasar," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (26/8/2026).

Lima Pilar Reformasi Transparansi Pasar Modal 2026

Reformasi yang berjalan tahun ini tidak hanya soal batas kepemilikan. Setidaknya ada lima perubahan besar yang saling terkait dan menjadi dasar pengembangan fitur Stockbit:

1. Perluasan data pemegang saham: Ambang batas pengungkapan turun dari 5% menjadi 1%, efektif dengan publikasi data per 3 Maret 2026. 2. Klasifikasi investor baru: Jenis investor diperluas dari 9 menjadi 39 kategori, berlaku mulai 1 April 2026, untuk membaca struktur pasar lebih akurat. 3. Kenaikan free float minimum: Batas bawah saham beredar bebas naik menjadi 15% dari sebelumnya 7,5%, efektif bertahap sejak 31 Maret 2026. 4. Data konsentrasi kepemilikan: BEI membuka data high shareholding concentration (HSC) atau daftar saham dengan kepemilikan terkonsentrasi sejak 2 April 2026. 5. Kewajiban pelaporan UBO: OJK mewajibkan pelaporan ultimate beneficial owner mulai 1 April 2026 untuk mengungkap pemilik manfaat sebenarnya.

Fitur Baru untuk Analisis Kepemilikan dan Aliran Dana

Menghadapi banjir data baru tersebut, Stockbit memperkenalkan Data Holdings & Investor Network di platform Web dan Investor Network di aplikasi Mobile. Fitur ini memungkinkan pengguna mengeksplorasi keterkaitan antar investor secara visual dan komprehensif.

Untuk memantau aksi di pasar, platform menambahkan Open Order on Company Profile yang menampilkan order langsung dari halaman profil perusahaan. Di sisi lain, fitur Ownership Allocation di Mobile memberi akses alokasi kepemilikan, sementara Merge Order ID menyederhanakan tampilan order yang saling berkaitan.

Perluasan Data Broker dan Integrasi AI

Selain data kepemilikan, Stockbit memperkuat analisis aliran dana broker. Pengguna kini bisa menggunakan Filter by Broker di Running Trade untuk menyaring transaksi spesifik. Tersedia pula Broker Activity, Multiple Broker Activity, Broker Daily Activity, dan Broker Analysis di Desktop App.

Fitur Broker Flow menjadi andalan dengan Trade Flow dan Candlestick View untuk visualisasi pergerakan transaksi. Ada juga Lock Broker Flow untuk mengunci analisis broker tertentu, serta Value dan Real-Time Order Queue untuk data antrean transaksi real-time.

Di tengah maraknya adopsi kecerdasan artifisial, Stockbit turut merilis AI Reports. Fitur ini dirancang untuk merangkum informasi relevan dari data yang tersedia, membantu investor mempersingkat waktu riset fundamental perusahaan.

Investasi mengandung risiko.

Terkini