Laba BTN Tembus Rp2,51 Triliun Hingga Juli 2026, Kredit Tumbuh 11,88 Persen

Senin, 24 Agustus 2026 | 22:31:00 WIB

FINANSIALINSIGHT.COM — Emiten pelat merah yang fokus pada pembiayaan perumahan ini mencatatkan kinerja yang solid sepanjang tujuh bulan pertama tahun ini. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi perseroan, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) tumbuh 5,23 persen menjadi Rp9,70 triliun, sementara beban bunga justru turun 12,08 persen menjadi Rp9,45 triliun. Efisiensi biaya dana ini mendorong laba operasional melesat 43,12 persen ke angka Rp3,24 triliun.

Kredit dan Dana Pihak Ketiga Tumbuh Beriringan

Fungsi intermediasi BTN juga menunjukkan akselerasi. Hingga Juli 2026, total kredit dan pembiayaan konsolidasi mencapai Rp421,66 triliun, naik 11,88 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp376,89 triliun.

Pertumbuhan penyaluran kredit ini diimbangi oleh pengumpulan dana masyarakat. Dana pihak ketiga (DPK) konsolidasi tercatat sebesar Rp455,27 triliun, meningkat 13,58 persen secara tahunan. Komposisinya didominasi deposito senilai Rp241,47 triliun, disusul giro Rp167,85 triliun, dan tabungan Rp45,95 triliun.

Kenaikan DPK yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit menunjukkan likuiditas perseroan dalam kondisi memadai untuk mendukung ekspansi selanjutnya.

Transformasi Beyond Mortgage dan Dampak Sosial

Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, mengatakan kinerja ini merupakan buah dari transformasi yang dibangun selama lebih dari satu dekade. BTN kini tidak hanya berperan sebagai bank spesialis perumahan, tetapi juga mengembangkan ekosistem layanan keuangan terintegrasi untuk keluarga Indonesia melalui fase yang disebut Beyond Mortgage.

"Bagi BTN, pertumbuhan bukan hanya tentang bagaimana kami memperkuat bisnis, tetapi juga bagaimana kehadiran BTN dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan. Semakin kuat BTN bertumbuh, semakin besar pula manfaat yang ingin kami hadirkan bagi masyarakat, terutama dalam ekosistem perumahan yang menjadi DNA BTN," ujar Nixon dalam siaran pers, Senin (24/8).

Salah satu wujud nyata komitmen sosial tersebut adalah perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Sepanjang 2026, BTN bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memperbaiki 20 rumah di Lebak, Cianjur, Sukabumi, dan Purworejo. Kolaborasi ini melanjutkan program serupa pada 2025 yang menjangkau 15 rumah, sehingga total 35 unit hunian telah direnovasi dalam dua tahun terakhir.

Prospek Perbankan Perumahan

Dengan rasio kredit terhadap DPK yang masih sehat, BTN dinilai memiliki ruang untuk terus meningkatkan pembiayaan di sektor properti. Program pemerintah di bidang perumahan serta tren suku bunga yang mulai stabil menjadi faktor pendukung bagi bank berkode saham BBTN ini untuk menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun.

Kinerja positif ini menegaskan posisi BTN sebagai pemain kunci dalam ekosistem perumahan nasional, di mana pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan perluasan dampak sosial bagi masyarakat.

Terkini