FTSE 100 Naik 0,03 Persen Jelang Sanksi AS Terhadap Iran

Senin, 24 Agustus 2026 | 22:27:57 WIB
Ilustrasi pasar saham (FOTO : NET)

JAKARTA – Saham-saham Inggris berbalik dari penurunan sebelumnya pada hari Senin, dengan FTSE 100 bergerak ke zona positif seiring investor bersiap menghadapi sanksi Amerika Serikat yang lebih ketat terhadap Iran. Indeks FTSE 100 tercatat naik 0,03% pada pukul 20:18 WIB berkat penguatan saham di sektor pertambangan dan komoditas.

Sementara itu, indeks DAX Jerman menguat 0,02%, sedangkan CAC 40 Prancis melemah 0,18%. Pasangan mata uang GBP/USD juga tercatat turun 0,07% menuju tingkat 1,3636.

Beberapa saham yang memimpin kenaikan di indeks FTSE 100 meliputi Weir Group, Airtel Africa, Antofagasta, Anglo American, serta InterContinental Hotels. Kenaikan ini juga didorong oleh saham sektor perjalanan seperti IAG dan Diageo.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, memperingatkan bahwa Teheran dapat menghentikan ekspor minyak melalui Selat Hormuz dan menyatakan bahwa negara-negara yang mendukung kampanye sanksi AS berisiko dianggap melakukan "tindakan perang" sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menteri Keuangan Scott Bessent dijadwalkan mengumumkan langkah-langkah baru tersebut dalam konferensi pers pada hari Senin. Ia menggambarkan kampanye ini sebagai "serangan finansial tunggal terbesar yang pernah dikerahkan terhadap musuh," dengan para pejabat kini menyebut pergeseran ini sebagai "D-Day ekonomi" sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Bessent menyerukan kepada sekutu Iran untuk memutus hubungan dengan Teheran, dengan mengatakan hal ini akan "memperdalam akses mereka ke modal global" dan memperkuat kepercayaan terhadap pasar mereka sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Kementerian Luar Negeri Iran menolak langkah tersebut dan memperingatkan pada hari Senin bahwa Teheran akan merespons sanksi itu dengan tegas, termasuk menargetkan negara-negara yang dianggap bekerja sama dengan Washington.

"Setiap eskalasi situasi ini pasti akan membawa konsekuensi," kata juru bicara Esmaeil Baghaei, menambahkan bahwa "tangan kami tidak terikat" sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Esmaeil Baghaei juga meremehkan potensi dampak sanksi tersebut dengan menyebut kampanye tekanan AS sebelumnya telah gagal. Ia menuduh pemerintahan Trump keliru percaya bahwa serangan militer dapat memaksa Iran untuk menyerah.

Ketua DPR Mike Johnson menyampaikan bahwa Amerika Serikat memasuki "fase baru" dalam konflik dengan Iran bersama dukungan sekutu sebagaimana dilansir dari berita sumber. Ia menambahkan bahwa Partai Republik dapat mempertahankan mayoritas di DPR meskipun konflik berlanjut hingga pemilihan paruh waktu.

Di pasar komoditas, harga minyak mengalami penurunan dengan Brent melemah 1,5% ke $91,32 dan WTI turun 1,8% ke $85,52. Sementara itu harga emas menguat, di mana kontrak berjangka Desember naik 0,70% ke $4.713 dan emas spot naik 1,13% ke $4.655,46.

Mohit Kumar dari Jefferies bersikap hati-hati dan menilai sanksi saja tidak mungkin mengubah kebuntuan tanpa dukungan China dan Rusia karena membutuhkan waktu lama untuk berdampak. Ia berpendapat Iran memiliki insentif untuk terus menimbulkan tekanan jangka pendek pada Amerika Serikat sambil menunggu kesepakatan mendekati pemilihan paruh waktu.

Ekonom UBS Maelle Quillevere menyatakan data Inggris terus memberikan kejutan positif dengan kondisi pasar tenaga kerja yang "melonggar tanpa retak", pertumbuhan upah yang mendingin, serta inflasi inti yang mereda meski ada kenaikan CPI utama akibat biaya energi sebagaimana dilansir dari berita sumber.

UBS menilai penetapan harga pasar saat ini untuk kenaikan suku bunga Bank of England sebagai "terlalu hawkish" sebagaimana dilansir dari berita sumber. Mereka lebih menyukai obligasi Inggris dan memperkirakan pemotongan suku bunga akan dilanjutkan pada 2027 jika pasar tenaga kerja terus mendingin.

Para investor saat ini juga menantikan rilis laporan keuangan Nvidia pada hari Rabu. Selain itu, pasar mencermati agenda pidato Gubernur Federal Reserve Kevin Warsh di Jackson Hole pada akhir pekan ini.

Tags

Terkini