Rencana Imbal Hasil 80 Miliar Dolar Kurang Memuaskan Saham Samsung Turun

Rencana Imbal Hasil 80 Miliar Dolar Kurang Memuaskan Saham Samsung Turun
Ilustrasi Saham Samsung (FOTO : NET)

SEOUL – Saham Samsung Electronics Co Ltd (KS:005930) turun tajam pada hari Senin, dipukul oleh kombinasi aksi ambil untung dan rencana imbal hasil pemegang saham senilai 110 triliun won ($80 miliar) yang dinilai kurang memuaskan oleh para investor.

Samsung anjlok lebih dari 8% dan menjadi penekan terbesar pada indeks KOSPI, yang turun lebih dari 1%. Pesaingnya, SK Hynix Inc (KS:000660), justru naik tipis.

Samsung pada hari Jumat mengumumkan akan mengembalikan antara 90 triliun won hingga 110 triliun won kepada para pemegang saham tahun ini, termasuk 30 triliun won dalam bentuk dividen tunai pada kuartal ini.

Namun angka tersebut sebagian besar sudah sesuai dengan laporan-laporan yang beredar sebelum pengumuman Samsung. Pembelian kembali saham senilai 30 triliun won juga lebih kecil dibandingkan pembelian kembali senilai 40 triliun won yang diumumkan oleh pesaingnya, SK Hynix, pada awal Agustus lalu.

SK Hynix juga menyatakan akan mengalokasikan lebih dari 50% dari arus kas bebasnya yang dihasilkan antara tahun 2025 hingga 2027, sementara Samsung hanya menegaskan kembali komitmen 50%-nya.

Samsung juga tidak memberikan rincian mengenai bentuk imbal hasil pemegang saham lainnya di luar pembelian kembali saham senilai 30 triliun won tersebut. Hal ini, ditambah dengan nilai pembelian kembali yang relatif lebih kecil dibandingkan pesaing terbesarnya, membuat para pemegang saham merasa kurang puas.

Saham perusahaan ini rentan terhadap aksi ambil untung setelah naik tajam dalam dua sesi perdagangan menjelang pengumuman hari Jumat tersebut.

Meski demikian, saham perusahaan ini masih tercatat naik 100% sepanjang tahun 2026 hingga saat ini.

Pasar sangat memfokuskan perhatian pada rencana perusahaan untuk mengembalikan kas kepada para pemegang sahamnya setelah keuntungan besar yang didorong oleh gelombang kecerdasan buatan (AI) selama setahun terakhir. Perusahaan ini, bersama SK Hynix, telah menjadi salah satu pemenang terbesar dari tren AI, mengingat tingginya kebutuhan memori untuk infrastruktur AI.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index