Saham LQ45 Melemah: ANTM dan INDY Turun, UNTR dan BRPT Justru Menguat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:53:51 WIB
Ilustrasi saham indonesia (FOTO : NET)

JAKARTA – Perdagangan saham-saham indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 19 Agustus 2026 diwarnai oleh pelemahan secara meluas pada kedua kelompok.

Total nilai transaksi di bursa mengalami penurunan menjadi Rp14,3 triliun dibandingkan Rp14,8 triliun pada hari perdagangan sebelumnya.

Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih dari sisi volume sebanyak 157,3 juta saham, namun tetap mencetak pembelian bersih sebesar Rp933,5 miliar dari sisi nilai.

Rasio harga terhadap laba (price earning ratio/PER) menggambarkan perbandingan harga saham terhadap laba bersih per sahamnya. Sementara itu, rasio harga terhadap nilai buku (price to book value/PBV) membandingkan harga saham dengan aset bersih perusahaan per lembar saham.

Seluruh sepuluh saham yang berada dalam kelompok PER terendah kompak mengalami penurunan harga dan tidak ada satu pun yang menguat pada perdagangan 19 Agustus.

PT Aneka Tambang (ANTM) menjadi saham dengan penurunan paling tajam yaitu sebesar 2,26 persen. Posisi tersebut disusul oleh PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) yang merosot 1,72 persen serta PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) yang turun 1,66 persen.

PT Indika Energy (INDY) mencatatkan koreksi paling dalam di antara seluruh 20 gabungan saham pada perdagangan 19 Agustus, yakni mencapai 3,35 persen.

PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) dan PT Amman Mineral Internasional (AMMN) juga mengalami penurunan yang cukup signifikan, masing-masing melemah sebesar 2,98 persen dan 2,59 persen.

Di tengah penurunan yang merata tersebut, PT United Tractors (UNTR) dan PT Barito Pacific (BRPT) menjadi dua saham yang sanggup bertahan dan menguat. Di sisi lain, PT Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) masih mencatatkan nilai PBV paling rendah di antara 20 saham gabungan tersebut, yaitu sebesar 0,37 kali.

Tags

Terkini