Penjualan Mobil Astra Melonjak 23 Persen, Saham ASII Malah Melemah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:13:15 WIB
Ilustrasi Penjualan mobil PT Astra (FOTO : NET)

JAKARTA – Penjualan mobil PT Astra International Tbk (ASII) kembali mencatatkan pertumbuhan pesat pada Juli 2026. Meski demikian, secara bulanan volume penjualan mulai melambat di tengah tekanan yang terus membayangi saham ASII.

Astra membukukan penjualan kendaraan roda empat sejumlah 39.069 unit pada Juli 2026, meningkat 22,96% secara tahunan dibanding Juli 2025 yang sebesar 31.772 unit.

Walau melonjak signifikan secara tahunan, realisasi penjualan tersebut terkoreksi 2,89% jika dibandingkan Juni 2026 yang menembus 40.235 unit.

Secara kumulatif, total penjualan mobil Astra sepanjang periode Januari sampai Juli 2026 telah menyentuh 261.440 unit.

Head of Corporate Communications Astra Windy Riswantyo menyampaikan bahwa industri otomotif dalam negeri hingga Juli 2026 masih memperlihatkan tren pertumbuhan yang positif.

Menurut dia, angka penjualan kendaraan roda empat Grup Astra pada periode tersebut meningkat 12% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Kenaikan penjualan ini sekaligus memperkokoh kedudukan Astra sebagai pemimpin dominan di pasar otomotif tanah air. Selama tujuh bulan pertama 2026, pangsa pasar penjualan mobil Grup Astra berhasil menguasai 50%.

"Didukung oleh jaringan penjualan, pembiayaan, dan layanan purnajual yang terintegrasi guna memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan," ujar Windy dalam keterangan resmi, Selasa (11/8/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Apabila dirinci, penjualan mobil Astra pada Juli 2026 tetap didominasi merek Toyota dan Lexus sebanyak 21.816 unit. Kemudian, Daihatsu menyumbangkan 14.125 unit, Isuzu 3.016 unit, serta UD Trucks 112 unit.

Adapun penjualan mobil Astra pada kategori low cost green car (LCGC) tercatat mencapai 9.127 unit pada Juli 2026.

Di tengah hasil penjualan yang terus tumbuh positif, pergerakan saham ASII malah mengalami tekanan.

Pada penutupan perdagangan Selasa (11/8/2026), saham ASII berhenti di level Rp 4.870 per saham, melemah 2,60% dari posisi hari sebelumnya.

Dampak dari tekanan tersebut membuat saham ASII mencatatkan penurunan hingga 28,38% sejak awal tahun 2026.

Oleh karena itu, sekalipun penjualan mobil Astra tumbuh dan pangsa pasarnya bertahan di kisaran setengah pasar nasional, pergerakan saham ASII belum mencerminkan peningkatan penjualan tersebut.

Tags

Terkini