JAKARTA – Dana kekayaan negara (SWF) Norwegia atau Government Pension Fund Global, yang menjadi terbesar di dunia dengan aset US$2,3 triliun, untuk pertama kalinya membeberkan kepemilikan saham SpaceX senilai US$1,22 miliar.
Berdasarkan daftar kepemilikan yang diperbarui pada Selasa (11/8), dana tersebut menggenggam 0,05% saham SpaceX per 30 Juni 2026.
Porsi ini tergolong kecil jika dibandingkan dengan kepemilikan dana Norwegia di beberapa perusahaan teknologi raksasa lainnya. Dana tersebut memegang 1,28% saham Nvidia senilai US$62 miliar, 1,24% saham Apple senilai US$52 miliar, 1,17% saham Alphabet senilai US$50 miliar, serta 1,27% saham Microsoft senilai US$35 miliar.
Selain itu, dana tersebut menguasai 1,7% saham Taiwan Semiconductor Manufacturing (TSMC) dengan nilai sekitar US$34 miliar.
Government Pension Fund Global bertugas mengelola pendapatan negara Norwegia yang berasal dari sektor minyak dan gas. Dana ini rata-rata menguasai sekitar 1,5% saham perusahaan tercatat di seluruh dunia, yang menjadikannya sebagai investor tunggal terbesar secara global.
Secara keseluruhan, dana Norwegia menanamkan modal pada sekitar 7.100 perusahaan di berbagai negara. Portofolio investasinya mencakup instrumen saham, properti, hingga proyek energi terbarukan.
Kepemilikan di SpaceX menarik perhatian publik setelah saham perusahaan tersebut sempat melesat tajam menyusul penawaran umum perdana (IPO) pada akhir Juni. Meski demikian, sahamnya kemudian mengalami koreksi setelah investor meragukan valuasi SpaceX yang menembus sekitar 77 kali proyeksi pendapatan.
Pendiri SpaceX Elon Musk memegang lebih dari 80% hak suara perusahaan sekaligus menduduki posisi sebagai chairman, chief executive officer, dan chief technology officer. Struktur kepemimpinan tersebut memicu perhatian terkait tata kelola perusahaan serta hak pemegang saham independen, termasuk dana kekayaan Norwegia.
Dana kekayaan Norwegia dijadwalkan menggelar konferensi pers pada Rabu (12/8) pukul 08.00 GMT untuk memaparkan laporan kinerja semester I-2026.