Harga Saham Alphabet Turun ke 335,31 Dolar AS Usai Bursa Amerika Serikat Libur

Harga Saham Alphabet Turun ke 335,31 Dolar AS Usai Bursa Amerika Serikat Libur
Ilustrasi Saham Alphabet (GOOG) ditutup melemah 1,11 persen (FOTO : NET)

JAKARTA – Saham Alphabet/Google (GOOG) mengakhiri perdagangan di posisi $335,31 setelah melemah 1,11 persen pada akhir sesi reguler Bursa Nasdaq, Jumat, 4 September 2026 waktu New York. Perdagangan saham di Amerika Serikat dihentikan sementara pada Senin, 7 September 2026 WIB, dalam rangka memperingati libur Labor Day.

Kondisi tersebut membuat angka penutupan sesi perdagangan sebelumnya tercatat sebagai harga resmi terakhir dan bukan merupakan transaksi real-time. Kapitalisasi pasar Alphabet saat ini diperkirakan mencapai sekitar $4,1 triliun, yang menempatkan perusahaan ini di posisi ketiga sebagai entitas publik terbesar di dunia.

Dibandingkan harga penutupan sebelumnya pada level $339,03, nilai saham GOOG terdepresiasi sebesar 1,11 persen atau senilai $3,72 pada sesi perdagangan Jumat, 4 September 2026 waktu New York. Angka ini tetap menjadi acuan penutupan resmi berdasarkan data TradingView karena belum ada aktivitas perdagangan baru selama libur Labor Day.

Berdasarkan data CompaniesMarketCap.com per 5 September 2026, nilai kapitalisasi pasar Alphabet berada di peringkat ketiga perusahaan publik paling bernilai secara global di bawah Nvidia dan Apple. Penurunan harga saham tetap terjadi sekalipun lini bisnis Google Cloud memperlihatkan tren pertumbuhan yang pesat.

Analis Phillip Securities, Serena Lim Yi Qi, menaikkan rating saham Alphabet dari Accumulate menjadi Buy pada 27 Juli 2026, meski target harga disesuaikan turun menjadi $425 dari sebelumnya $450. Peningkatan rating ini didorong oleh penguatan ekosistem AI terintegrasi vertikal milik Alphabet melalui penggunaan chip Tensor Processing Unit (TPU) buatan mandiri.

Pertumbuhan bisnis cloud sebesar 82 persen secara tahunan menunjukkan tingginya permintaan pasar, disokong kenaikan pendapatan iklan 14 persen berkat integrasi Gemini pada fitur pencarian. Arus kas bebas (free cash flow) yang bernilai negatif dinilai sebagai bagian dari fase investasi sementara guna mendukung ekspansi jangka panjang perusahaan.

Saham Alphabet juga tercatat diperdagangkan pada rasio PEG sebesar 0,14 yang tergolong sangat rendah, sehingga mencerminkan valuasi saham yang menarik jika dibandingkan potensi pertumbuhannya.

Melalui laporan keuangan kuartal kedua 2026 yang dirilis pada 22 Juli 2026, Alphabet mencatatkan total perolehan pendapatan sebesar $119,8 miliar atau tumbuh 24 persen secara tahunan. Capaian tersebut berhasil melampaui estimasi awal para analis yang memperkirakan angka $116,93 miliar.

Lini Google Cloud menjadi pendorong utama kinerja perusahaan dengan membukukan pendapatan $24,8 miliar atau melonjak 82 persen secara tahunan. Laba operasional pada segmen cloud turut melesat dari $2,8 miliar menjadi $8,8 miliar berkat melesatnya permintaan infrastruktur serta solusi AI tingkat enterprise.

CEO Alphabet, Sundar Pichai, menekankan besarnya investasi perusahaan pada AI dan mengungkapkan bahwa hampir 90 persen perusahaan dalam daftar Fortune 100 kini menggunakan produk Gemini Enterprise milik Alphabet sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Meskipun kinerja kuartalan mampu melampaui proyeksi pasar, lonjakan belanja modal (capex) hingga $44,9 miliar tetap menjadi fokus perhatian sebagian investor terkait dampaknya terhadap arus kas bebas dalam jangka pendek.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index