Sentimen Erupsi Anak Krakatau Dua Sektor Saham Ini Jadi Sorotan

Sentimen Erupsi Anak Krakatau Dua Sektor Saham Ini Jadi Sorotan
Ilustrasi investor asing (FOTO : NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pekan lalu pada posisi 6.636 atau mengalami kenaikan sebesar 1,82 persen dibanding pekan sebelumnya.

Di tengah penguatan IHSG tersebut, investor asing turut mencatatkan aksi beli bersih (net inflow) sebesar Rp1,608 triliun di pasar reguler, dengan fokus transaksi pada saham-saham perbankan besar seperti BBRI, BBCA, BMRI, dan BBNI.

Menghadapi perdagangan pekan 7-11 September 2026, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan memberikan perhatian khusus pada sentimen domestik yang dipicu oleh erupsi Gunung Anak Krakatau.

Melalui risetnya pada Minggu (7/9/2026), David menyampaikan bahwa potensi penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dapat menjadi katalis positif jangka pendek (short-term momentum) bagi emiten di sektor kesehatan (healthcare).

"Selanjutnya sentimen mengenai sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berdampak pada kualitas udara dan kesehatan masyarakat di wilayah Banten, Lampung, DKI Jakarta, hingga Jawa Barat menjadi isu domestik penting dan wajib dicermati pekan ini," ujar David sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sektor Kesehatan Dapat Katalis Jangka Pendek

David menerangkan bahwa paparan abu vulkanik berpotensi memicu timbulnya gangguan saluran pernapasan (ISPA) serta iritasi pada masyarakat. Kondisi tersebut diperkirakan akan mendorong peningkatan permintaan produk alat kesehatan seperti masker, obat pernapasan, dan tetes mata secara mendadak, sehingga menjadi katalis positif jangka pendek bagi emiten sektor kesehatan.

Sejumlah emiten yang berhubungan langsung dan berpeluang mendapatkan keuntungan dari lonjakan permintaan masker meliputi PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS), PT Multi Medika Internasional Tbk. (MMIX), PT Jayamas Medica Industri Tbk. (OMED), serta emiten sejenis lainnya.

Sektor Transportasi Tertekan Pembatalan Penerbangan

Sementara itu, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau juga memberikan dampak langsung terhadap kelancaran operasional transportasi udara. Hasil pemantauan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu (6/9/2026) pagi mencatat sedikitnya 209 jadwal penerbangan terpaksa mengalami pembatalan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index