JAKARTA – Jepang sedang mencatatkan kemajuan pada inisiatif investasi bernilai $550 miliar bersama Amerika Serikat, dengan proyek kecerdasan buatan serta semikonduktor yang diproyeksikan memegang peran penting pada tahap kesepakatan berikutnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Menteri Perdagangan Ryosei Akazawa menegaskan bahwa kedua negara bakal terus menjalin kerja sama erat guna merealisasikan kendaraan investasi tersebut usai melakoni pertemuan di Washington bersama Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer.
Akazawa enggan membeberkan rincian terkait paket proyek ketiga dalam kerja sama tersebut. Ia menyebut bahwa diskusi seputar AI dan chip akan memiliki "bobot yang sangat signifikan" karena kedua pemerintah memprioritaskan investasi yang memberikan manfaat ekonomi bersama sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Modal sebesar $550 miliar ini dirancang sebagai pilar utama dari kesepakatan dagang AS-Jepang tahun lalu. Sebagai balasannya, rezim Trump menyetujui batasan tarif untuk produk-produk Jepang sebesar 15% serta pemotongan bea masuk atas kendaraan bermotor, sektor yang amat krusial bagi ekonomi Jepang yang bertumpu pada ekspor.
Gelombang pertama proyek ini menyalurkan $36 miliar untuk sektor minyak, gas, dan mineral penting AS, termasuk pembangunan fasilitas gas alam di Ohio.
Paket kedua memperluas jangkauan inisiatif tersebut dengan mengucurkan $73 miliar untuk proyek pembangkit listrik tenaga nuklir di Tennessee dan Alabama, serta fasilitas listrik tenaga gas alam di Pennsylvania dan Texas.
Akazawa turut menyampaikan bahwa kedua belah pihak sudah memastikan tidak bakal ada tarif tambahan yang dibebankan kepada Jepang di luar ketentuan perjanjian tahun lalu, sehingga menghadirkan kepastian yang lebih tinggi bagi manufaktur dan investor Jepang.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pengumuman investasi mendatang berpeluang besar akan kian berpusat pada industri strategis, terkhusus infrastruktur AI dan rantai pasok semikonduktor, seiring kian eratnya kolaborasi industri Tokyo dan Washington.