IHSG Berpeluang Rebound Cek Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini

IHSG Berpeluang Rebound Cek Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini
Ilustrasi saham indonesia (FOTO : NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami rebound pada perdagangan Kamis (27/8/2026) usai melemah pada sesi sebelumnya. Sejumlah saham seperti ADRO, BUVA, DSNG, dan MAPA berada dalam radar rekomendasi para analis.

Tim Analis MNC Sekuritas mencatat IHSG berakhir turun 1,48 persen atau 95,98 poin menuju posisi 6.405 pada perdagangan Rabu (26/8/2026). Penurunan tersebut dipicu oleh besarnya tekanan jual di pasar.

MNC Sekuritas memperkirakan posisi IHSG saat ini tengah berada pada bagian dari wave iv dari wave (c). Rentang koreksi IHSG diproyeksikan berada di area 6.290–6.394, tetapi jika berbalik menguat, indeks berpotensi menguji level 6.666.

Level support IHSG diproyeksikan MNC Sekuritas berada di 6.373 dan 6.272, sedangkan level resistance di 6.599 dan 6.705. Adapun saham pilihan untuk perdagangan hari ini mencakup ADRO, BUVA, DSNG, dan MAPA.

Saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) melorot 0,76 persen ke posisi 2.610 yang diiringi munculnya tekanan jual. MNC Sekuritas menaksir posisi ADRO saat ini merupakan bagian dari wave iii dari wave (c) dari wave [v].

Rekomendasi Buy on Weakness berada di 2.540–2.610, Target Price di 2.700 dan 2.770, serta Stoploss di bawah 2.500.

Saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) terkoreksi 4,73 persen ke level 705 dan masih didominasi oleh tekanan jual. Posisi BUVA saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave [c] dari wave B.

Rekomendasi Buy on Weakness berada di 630–700, Target Price di 820 dan 865, serta Stoploss di bawah 595.

Saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) menguat 0,68 persen ke level 1.470 dengan volume pembelian yang masih dominan. Penguatan tersebut berhasil menembus indikator MA200.

MNC Sekuritas memperkirakan posisi DSNG saat ini merupakan bagian dari wave 5 dari wave (A). Rekomendasi Trading Buy di 1.455–1.465, Target Price di 1.520 dan 1.550, serta Stoploss di bawah 1.440.

Saham PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA) menguat 3,05 persen ke posisi 675 diiringi hadirnya volume pembelian. Posisi MAPA saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave [c] dari wave A.

Rekomendasi Buy on Weakness berada di 650–675, Target Price di 700 dan 720, serta Stoploss di bawah 640.

Sementara itu, Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menyebut pasar tengah mencermati hasil review FTSE Russell yang membawa sejumlah perubahan terhadap saham Indonesia dan mulai berlaku pada September 2026.

"IHSG ditutup melemah 0,37% ke level 6.501,67 pada Senin (24/8/2026) dipengaruhi aksi profit taking setelah penguatan sebelumnya," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurutnya, pelemahan indeks pada perdagangan sebelumnya juga didorong aksi ambil untung, dengan saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi penekan utama.

Selain sentimen FTSE Russell, para pemodal turut memperhatikan rilis data neraca pembayaran Indonesia (NPI) serta jumlah uang beredar periode Juli 2026.

Reza memproyeksikan IHSG bergerak mixed to positive pada perdagangan Kamis (27/8/2026), dengan area support pada level 6.455 hingga 6.400 dan resistance pada level 6.568.

Secara teknikal, tren bullish IHSG dinilai masih terjaga selama indeks mampu bertahan di atas level 6.455. Dengan demikian, IHSG berpeluang kembali menguji resistance di level 6.568.

"MA20 di level 6.328 menjadi support berikutnya," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dari faktor eksternal, para pelaku pasar menantikan sejumlah rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS), seperti Core PCE yang diproyeksikan tumbuh 0,2 persen secara bulanan, pertumbuhan produk domestik bruto (GDP) kuartal II/2026 sebesar 1,5 persen, Personal Income 0,3 persen, Personal Spending 0,2 persen, serta Durable Goods Orders 0,7 persen.

Investor juga menantikan pidato pejabat bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), dalam simposium Jackson Hole.

Di samping itu, harga minyak mentah melorot sekitar 3 persen menjadi US$82,5 per barel seiring meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi tersebut dinilai menjadi sentimen positif bagi prospek inflasi global.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index