SEOUL – Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, mengalami penurunan tajam sebesar 215,99 poin atau setara 3,12 persen hingga menyentuh level 6.696,96 pada Senin (24/8/2026).
Aktivitas perdagangan cenderung sepi dengan volume transaksi hanya 264,9 juta saham bernilai 26,1 triliun won atau berkisar US$18,9 miliar, meskipun jumlah saham yang menguat sebanyak 576 mengungguli 286 saham yang melemah.
Penurunan indeks tersebut didorong oleh rasa kecewa pasar terhadap kebijakan imbal hasil pemegang saham Samsung Electronics yang memicu aksi jual massal di sektor semikonduktor.
"Indeks Kopsi tertekan oleh kekecewaan terhadap rencana imbal hasil bagi pemegang saham Samsung Electronics yang diumumkan pekan lalu, sementara perusahaan afiliasi Samsung lainnya juga mengalami penurunan," kata Lee Kyoung-min, analis Daishin Securities sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Kelompok investor asing dan institusi melakukan pelepasan saham hingga mencapai 4,97 triliun won, sedangkan investor ritel justru melakukan aksi beli dengan membukukan nilai 3,32 triliun won.
Harga saham Samsung Electronics merosot 8,7 persen dan SK Hynix melorot 3,41 persen.
Sementara itu, saham lembaga keuangan KB Financial terkoreksi 0,73 persen, disusul produsen otomotif Hyundai Motor dan perusahaan pembangkit listrik nuklir Doosan Enerbility yang masing-masing terkikis 0,24 persen serta 0,41 persen.
Di sisi lain, saham sektor biofarmasi Hanmi Pharmaceutical melesat hingga 29,96 persen berkat kesepakatan lisensi senilai 3,2 triliun won bersama anak usaha Roche Group di AS, sedangkan saham Celltrion menguat 0,88 persen.
Pergerakan mata uang won Korea mencatatkan penguatan terhadap dolar AS sebesar 4,1 won dari posisi sebelumnya ke level 1.382,4 won per dolar AS.
Kondisi pasar saham Asia secara keseluruhan didominasi tren negatif pada hari ini, ditandai dengan melemahnya indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang sebesar 1,59 persen.
Adapun Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia bertambah 44,2 poin atau 0,49 persen ke posisi 9.103,1, sementara untuk kawasan Asia Tenggara, indeks bursa Thailand, Indonesia, dan Singapura bergerak turun, berbanding terbalik dengan bursa Malaysia, Vietnam, serta Filipina yang menguat.
Penutupan pasar juga mencatat Indeks Shanghai Composite di Tiongkok terkoreksi 23,2 poin atau 0,59 persen ke level 3.882,01, serta Indeks Hang Seng di Hong Kong yang anjlok 492,13 poin atau 1,89 persen menuju 25.517,33.