BIPP Siap Terbitkan 502,87 Juta Saham Lewat Private Placement

BIPP Siap Terbitkan 502,87 Juta Saham Lewat Private Placement
Ilustrasi private placement (FOTO : NET)

JAKARTA – PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP) bersiap melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement dengan menerbitkan maksimal 502,87 juta saham Seri B.

Aksi korporasi tersebut setara maksimal 10% dari total saham yang telah disetor dan ditempatkan secara penuh. Penerbitan saham baru ini berpotensi menyebabkan dilusi kepemilikan pemegang saham lama hingga 9,09%.

Saham baru tersebut memiliki nilai nominal Rp100 per saham dan seluruhnya disetor dalam bentuk uang tunai, di mana dana yang didapat akan dipakai untuk penambahan modal kerja serta pengembangan usaha perseroan, kata Arianto Sjarief Direktur Utama BIPP dalam keterbukaan informasi di BEI pada Rabu (19/8/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menariknya, pihak yang akan menjadi investor dalam aksi private placement tersebut belum ditentukan oleh BIPP. Perseroan menyampaikan bahwa calon investor penerima saham baru merupakan satu atau beberapa pihak yang belum ditetapkan saat keterbukaan informasi dirilis.

Struktur pemegang saham BIPP berpotensi mengalami perubahan setelah transaksi PMTHMETD terealisasi. Safire Capital Pte. Ltd saat ini menjadi pemegang saham terbesar dengan porsi 61,62%, yang diproyeksikan bakal turun menjadi 56,02% setelah aksi korporasi.

Kepemilikan PT Victoria Investama Tbk diproyeksikan menyusut dari 11,40% menjadi 10,36%. Porsi kepemilikan masyarakat juga berpotensi terdilusi dari 26,98% menjadi 24,53%.

Investor baru dari PMTHMETD akan memegang porsi saham BIPP hingga 9,09% setelah transaksi selesai.

Aksi private placement ini diproyeksikan memberi efek positif terhadap struktur keuangan BIPP selain mendukung kebutuhan pendanaan.

Total aset BIPP diproyeksikan naik 2,74% dari Rp1,83 triliun menjadi Rp1,88 triliun dalam proforma posisi keuangan per 30 Juni 2026 dengan asumsi harga pelaksanaan menggunakan nilai nominal Rp100 per saham.

Ekuitas perseroan diperkirakan meningkat 5,27% dari Rp954,36 miliar menjadi Rp1,004 triliun. Tambahan ekuitas tersebut berasal dari perolehan dana PMTHMETD sekitar Rp50,29 miliar.

Masuknya modal baru ini diproyeksikan membaikkan rasio debt to equity ratio (DER) atau rasio liabilitas terhadap ekuitas. Rasio tersebut diperkirakan turun dari 0,92 kali menjadi 0,87 kali.

Namun, aksi korporasi ini memberikan dampak dilutif dari sisi laba per saham. Rugi per saham BIPP diproyeksikan membaik secara nominal dari Rp 7,39 menjadi Rp 6,72 per saham berdasarkan asumsi proforma akibat bertambahnya jumlah saham beredar.

Harga pelaksanaan saham baru tersebut tidak serta-merta ditetapkan Rp 100 per saham. BIPP menyatakan bahwa harga pelaksanaan akan mengikuti ketentuan Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu paling sedikit 90% dari rata-rata harga penutupan saham BIPP selama 25 Hari Bursa berturut-turut di Pasar Reguler sebelum tanggal permohonan pencatatan saham tambahan.

Pelaksanaan PMTHMETD dapat dilakukan secara bertahap maupun sekaligus oleh BIPP. Pelaksanaannya dapat dilakukan dalam jangka waktu paling lambat dua tahun sejak mengantongi persetujuan RUPSLB.

Rencana ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham pada RUPSLB yang dijadwalkan pada Jumat, 25 September 2026 pukul 15.00 WIB di Gedung Graha BIP Lantai 11, Jakarta Selatan.

Agenda RUPSLB mencakup persetujuan perubahan anggaran dasar terkait peningkatan modal disetor serta penyesuaian Pasal 3 anggaran dasar mengenai maksud, tujuan, dan kegiatan usaha agar sesuai dengan KBLI 2025, selain meminta persetujuan PMTHMETD.

BIPP telah menyampaikan agenda RUPSLB kepada OJK, BEI, dan KSEI pada 11 Agustus 2026 sebelumnya. Keterbukaan informasi dan pengumuman RUPSLB diterbitkan pada 19 Agustus 2026, sedangkan pemanggilan RUPSLB dijadwalkan pada 3 September 2026.

Hasil ringkasan RUPSLB akan diumumkan pada 28 September 2026 apabila memperoleh persetujuan pemegang saham.

Harga saham BIPP menguat 12,7% ke level Rp 71 per saham pada Kamis (20/8/2026) hingga pukul 14.43 WIB.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index