IHSG Turun 0,86 Persen, Saham BYAN Jadi Menyeret Indeks ke Zona Merah

IHSG Turun 0,86 Persen, Saham BYAN Jadi Menyeret Indeks ke Zona Merah
Ilustrasi saham (FOTO : NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan Rabu (19/8/2026) di zona merah dengan penurunan sebesar 0,86% ke level 6.394. Pergerakan indeks komposit tersebut terseret oleh kinerja negatif saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) beserta beberapa saham sektor barang baku.

Sepanjang hari, pergerakan IHSG terus-menerus tertahan di area negatif. Adapun pergerakan indeks tercatat berada pada rentang 6.490 hingga level terendah di 6.373.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), total nilai transaksi mencapai Rp14,28 triliun dari 36,01 miliar saham yang diperdagangkan dengan frekuensi 2,2 juta kali. Dalam perdagangan ini, sebanyak 238 saham menguat, 363 saham melemah, dan 188 saham lainnya stagnan.

Tekanan utama terhadap IHSG berasal dari penurunan sektor barang baku sebesar 1,21%, konsumen non-primer 1,05%, serta konsumen primer 0,96%. Selain itu, sektor perindustrian melorot 0,78% dan sektor kesehatan turut menyusut 0,75%.

Data Bloomberg mencatat bahwa penurunan IHSG merupakan dampak langsung dari melemahnya sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps) yang memiliki bobot signifikan.

Berdasarkan data Bloomberg pada Rabu (19/8/2026), PT Bayan Resources Tbk (BYAN) memangkas 26,63 poin dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengurangi 4,65 poin. Selanjutnya, PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) memangkas 3,3 poin, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) berkurang 2,99 poin, serta PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) memangkas 2,72 poin.

Pelemahan juga didorong oleh PT Astra International Tbk (ASII) yang mengurangi 2,45 poin, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) 1,76 poin, dan PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) 1,36 poin. Kemudian, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turut memangkas 1,35 poin serta PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mengurangi 1,2 poin.

Saham barang baku lain yang turut memperberat IHSG antara lain PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) yang anjlok 9,95%, PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) terkoreksi 4,62%, dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) tergerus 3,33%.

Saham pendukung pelemahan lainnya mencakup PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) yang turun 1,61%, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) menyusut 1,52%, serta PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang berkurang 1,28%.

Analis Phintraco Sekuritas menyebutkan, IHSG ditutup melemah 0,86% di level 6.394 pada perdagangan Rabu (19/8/2026), bertepatan dengan keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang menahan BI Rate di angka 5,75%.

Secara teknikal, IHSG belum sanggup menembus level 6.500 dan tertahan di bawah 6.400, sehingga “diperkirakan IHSG berpotensi uji level 6.300–6.350 pada perdagangan Kamis (20/8/2026),” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sementara itu, Panin Sekuritas menyampaikan bahwa IHSG berakhir di zona merah usai menguji level resistance 6.454, dengan batas support terdekat berada pada MA50 di 6.286.

“Selanjutnya support 6.000–6.029 diharapkan mampu menopang pergerakan IHSG,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index