JAKARTA – Laju IHSG kemarin ditutup merosot 0,73 persen dengan penjualan bersih investor asing mencapai sekitar 733 miliar. Saham-saham yang paling banyak dilepas oleh asing di antaranya BBCA, CUAN, CPIN, ADRO, serta BBNI.
Laju IHSG untuk perdagangan hari ini diperkirakan berpeluang untuk menguat kembali seiring pergerakan bursa saham Amerika Serikat yang positif.
“Dengan kondisi demikian, maka level Support IHSG akan berada di rentang 6450-6525 dan level Resist IHSG diperkirakan di kisaran 6600-6640,” ujar dia, dalam risetnya, Senin (14/9/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Untuk gagasan perdagangan saham hari ini, BBRI direkomendasikan spec buy dengan area beli di rentang 3250-3270 dan cutloss di bawah level 3230. Adapun sasaran target terdekat diproyeksikan berada pada rentang 3320-3370.
Saham DEWA juga dapat dilakukan spec buy pada batas harga 412-418 dengan rentang cutloss di bawah 410. Sasaran harga terdekatnya diperkirakan berada pada level 424-432.
Pilihan spec buy berikutnya adalah JPFA di area beli 2250 dan batasan cutloss di bawah 2230. Sasaran harga terdekat saham ini berada di kisaran 2270-2320.
Sementara itu, saham TPIA disarankan spec buy di area 1870-1880 dengan cutloss jika menyentuh di bawah 1850. Target harga terdekat berada di kisaran 1900-1920.
Saham BIPI turut masuk rekomendasi spec buy dengan titik beli 142-146 dan batasan cutloss di bawah 140. Target pergerakan terdekat dipatok pada 150-156.
Adapun INKP masuk daftar spec buy dengan batas pembelian di area 8675-8850 serta cutloss di bawah 8625. Sasaran harga terdekat ditargetkan mencapai 8975-9050.
Di pasar internasional, indeks utama Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat (11/9). Penguatan ini terdorong oleh penurunan harga minyak serta rilis data harga konsumen AS yang kokoh, sehingga memperkuat proyeksi kenaikan suku bunga The Fed pada pekan depan.
Indeks S&P 500 tercatat naik 0,86 persen, Nasdaq menguat 0,96 persen, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,98 persen.
Kenaikan harga konsumen di Amerika Serikat berlangsung lebih cepat pada bulan lalu akibat lonjakan harga bensin setelah sempat melandai selama dua bulan berturut-turut. Hal tersebut menambah tekanan bagi The Fed untuk memperketat kebijakan moneter.
Pada sektor saham individu AS, produsen server AI Dell melonjak hingga 12 persen. Selain itu, Hewlett Packard Enterprise naik 12 persen dan saham HP menguat 8,4 persen terimbas laporan kinerja kuartalan Oracle yang melampaui estimasi, meski saham Oracle sendiri justru terkoreksi 1,8 persen.
Dari pasar komoditas, harga minyak melandai tetapi tetap membukukan penguatan sekitar 9 persen dalam sepekan. Kondisi ini dipicu kekhawatiran gangguan pasokan akibat terjadinya insiden pada jalur pelayaran Timur Tengah.
Harga minyak mentah jenis Brent terkikis hampir 3 persen namun tetap bertahan di atas US$ 104/bbl. Sementara saham ACV Auctions melonjak 44 persen usai tercapai kesepakatan akuisisi oleh Copart senilai hampir US$1,9 miliar.
Beranjak ke bursa Asia-Pasifik, pergerakan saham terpantau kompak melemah pada Jumat (11/9). Penurunan terdalam di kawasan ini dipimpin oleh bursa saham Korea Selatan dan Jepang.
Indeks Kospi Korea Selatan anjlok 1,9 persen dan Nikkei 225 Jepang merosot 1,8 persen. Sementara Hang Seng Hong Kong terdesak 0,6 persen, S&P/ASX 200 Australia melemah 0,9 persen, Taiex Taiwan terkoreksi 1,6 persen, dan CSI 300 China berkurang 0,8 persen.
Tekanan di bursa Asia terjadi menyusul pelemahan saham-saham AS akibat kenaikan harga minyak. Di sisi lain, laju ekonomi Inggris pada Jul-26 tumbuh melampaui estimasi berkat dorongan sektor jasa dan aktivitas bisnis yang berkaitan dengan AI.
Berdasarkan data Office for National Statistics (ONS), PDB Inggris mencatatkan pertumbuhan 1,6 persen YoY pada Juli. Capaian ini menjadi laju pertumbuhan tertinggi dalam kurun waktu 18 bulan sejak Feb-25.
Di bursa Jepang, saham Resonac Holdings mencatatkan penurunan signifikan sebesar 8,12 persen. Saham Kioxia Holdings melorot 7,11 persen, serta Sumco terkikis 6,77 persen.
Kendati demikian, beberapa saham Jepang terpantau tetap menguat. Saham Inpex berhasil naik 2,04 persen, dilanjutkan Konami Group yang menguat 1,89 persen dan Bandai Namco Holdings yang tumbuh 1,76 persen.