Jumlah Investor BWPT Melonjak Jadi 36.195 Pihak Per Agustus 2026

Senin, 07 September 2026 | 17:35:14 WIB
Ilustrasi Eagle High Plantation (BWPT) mendapat limpahan 3.681 (FOTO : NET)

JAKARTA – Eagle High Plantation (BWPT) mendapat limpahan investor baru. Sepanjang Agustus 2026, emiten besutan Peter Sondakh kedatangan 3.681 investor baru. Totalnya menjadi 36.195 pihak dari periode bulan Juni 2026 yang hanya 32.514 pihak.

Sementara itu, jumlah saham free float stagnan di kisaran 7,55 miliar eksemplar alias 23,98 persen. Sejumlah saham tercatat di Bursa Efek Indonesia sebanyak 31,52 miliar lembar dengan Peter Sondakh sebagai pemilik manfaat akhir.

Pemegang saham BWPT berdasarkan kepemilikan saham di atas 1 persen per 31 Agustus 2026 yaitu Rajawali Capital International 11,88 miliar helai alias 37,70 persen, Rajawali Kapital Agro 805,27 juta lembar atau 2,55 persen, Eagle High Plantations 402,92 juta saham alias 1,28 persen, Taspen 656,85 juta setara 2,08 persen, dan PIC Properties 11,66 miliar eksemplar alias 37 persen.

Akhir pekan lalu, saham BWPT menguat 0,78 persen setara 1 poin menjadi Rp130. Dalam lima hari terakhir, saham BWPT melejit 21,50 persen atau 23 poin dari edisi 31 Agustus 2026 di kisaran Rp107.

Dalam sebulan terakhir, saham BWPT melejit 41,30 persen setara 38 poin dari 7 Agustus 2026 di angka Rp92. Dalam tempo 52 minggu terakhir, saham BWPT pernah menyentuh level tertinggi Rp193 dan terendah Rp60.

BWPT dibalut dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp4,10 triliun. Perusahaan ini juga diperkuat dengan price earning ratio sekitar 10,09 kali.

Sepanjang semester I 2026, BWPT mengemas laba bersih Rp211,19 miliar. Angka ini melejit 22,87 persen dari episode sama tahun lalu sebesar Rp171,88 miliar.

Pendapatan usaha tercatat Rp3,25 triliun, melonjak signifikan dari periode sama tahun sebelumnya senilai Rp2,77 triliun. Beban pokok penjualan sebesar Rp2,45 triliun, membengkak dari Rp1,99 triliun.

Laba kotor terkumpul Rp799,33 miliar, mengalami lonjakan tipis dari Rp780,14 miliar. Beban umum dan administrasi menjadi Rp121,08 miliar, bertambah dari Rp120,3 miliar.

Beban penjualan berada di angka Rp73,3 miliar, naik dari Rp68,87 miliar. Total beban usaha sebesar Rp194,38 miliar, bertambah dari Rp189,17 miliar.

Laba usaha terkumpul Rp604,95 miliar, naik dari Rp590,97 miliar. Laba periode berjalan mencapai Rp215,07 miliar, mengalami peningkatan dari posisi sama tahun lalu sebesar Rp185,15 miliar.

Jumlah ekuitas sebesar Rp3,04 triliun, mengalami peningkatan dari akhir tahun sebelumnya senilai Rp2,82 triliun. Total liabilitas menjadi Rp6,9 triliun, mengalami penyusutan dari akhir 2025 senilai Rp7,35 triliun.

Jumlah aset tercatat Rp9,94 triliun. Angka ini berkurang dari posisi akhir tahun lalu sebesar Rp10,17 triliun.

Tags

Terkini