JAKARTA – Data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan pada periode 31 Agustus hingga 4 September 2026 ditutup mayoritas positif.
"Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami peningkatan 1,82%, sehingga ditutup pada level 6.636,475 dari level 6.518,121 pada pekan sebelumnya," kata P. H. Sekretaris Perusahaan BEI Aulia Noviana Utami Putri dalam keterangan resmi, Jakarta, dikutip Sabtu (5/9) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Rata-rata volume transaksi harian BEI mengalami peningkatan tertinggi sebesar 35,9% menjadi 48,99 miliar lembar saham dari 36,05 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Rata-rata nilai transaksi harian juga meningkat 25,75% menjadi Rp19,22 triliun dari Rp15,29 triliun pada pekan sebelumnya.
Rata-rata frekuensi transaksi harian turut meningkat 10,93% menjadi 2,39 juta kali transaksi dari 2,15 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.
Kapitalisasi pasar BEI pun naik 1,47% menjadi Rp11.599 triliun dari Rp11.431 triliun pada pekan sebelumnya.
Aulia menuturkan bahwa dari sisi investor asing, nilai jual bersih tercatat mencapai Rp29,76 miliar.
Sepanjang 2026, investor asing telah mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp68,05 triliun.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkuat ekosistem pasar modal Indonesia melalui penjajakan konektivitas dengan pasar global, perluasan pipeline perusahaan menuju Initial Public Offering (IPO), serta pengembangan basis investor di daerah.
Pada Selasa (1/9), BEI dan AlpacaDB, Inc. (Alpaca) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Main Hall BEI, Jakarta.
MoU ini menjadi langkah awal bagi kedua pihak untuk bertukar pengetahuan dan menjajaki kerja sama dalam memperluas akses pasar modal lintas negara.
Salah satu area yang dikaji adalah potensi akses bagi Anggota Bursa terhadap pasar efek luar negeri melalui mekanisme Penyaluran Amanat Luar Negeri (PALN).
Pada tahap selanjutnya, BEI akan berkoordinasi dengan OJK, Anggota Bursa, dan pemangku kepentingan terkait untuk mengkaji mekanisme yang sesuai dengan kebutuhan pasar serta ketentuan yang berlaku.
Penguatan konektivitas lintas negara berpotensi memperluas pilihan investasi bagi investor Indonesia.
Inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan integrasi dan daya saing pasar modal Indonesia di tengah semakin terhubungnya pasar keuangan global bagi pasar domestik.
Dari sisi pasokan efek, BEI terus mendorong perusahaan potensial untuk memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan jangka panjang.
Pada Senin (31/8), BEI bersama Kementerian UMKM serta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyelenggarakan Workshop Go Public: RISE to Initial Public Offering (IPO) di Bandung.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 54 peserta dari berbagai perusahaan dan sektor usaha di Jawa Barat.
Program ini memberikan pemahaman mengenai tahapan, persiapan, dan manfaat IPO, sekaligus mendorong perusahaan menengah untuk meningkatkan tata kelola, profesionalisme, daya saing, serta keberlanjutan usaha.
BEI menekankan potensi Jawa Barat dengan basis investornya yang besar hingga mencapai 3.985.667 SID pada Juli 2026 dalam kegiatan tersebut.
Melalui kolaborasi ini, BEI, KemenUMKM, dan BRI mendorong semakin banyak perusahaan menengah untuk naik kelas, memperkuat daya saing, serta membangun bisnis berkelanjutan melalui IPO.
Pengembangan investor domestik terus dilakukan melalui perluasan literasi dan inklusi pasar modal hingga ke daerah.
Pada Rabu (2/9) sampai dengan Jumat (4/9), BEI bersama Self-Regulatory Organization (SRO) turut mendukung OJK dalam penyelenggaraan rangkaian Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 di Ternate, Maluku Utara.
Rangkaian kegiatan tersebut menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari tenaga pendidik, generasi muda, hingga masyarakat umum melalui Training of Trainers Pasar Modal Syariah, kuliah umum di Universitas Khairun, seminar Generasi Muda Ternate Melek Investasi bagi pelajar SMK Negeri 1 Kota Ternate, serta peresmian Galeri Investasi Edukasi (GIE) BEI SMKN 1 Ternate dan SMKN 8 Ternate.
Agenda tersebut juga dilengkapi dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam rangka HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia.
BEI dan SRO menyerahkan bantuan sarana teknologi kepada Universitas Khairun di Kota Ternate pada Jumat (4/9) untuk mendukung kegiatan pendidikan dan pembelajaran.
Bantuan pembangunan fasilitas penyimpanan hasil tangkapan ikan akan diberikan kepada nelayan lokal di Ternate pada Sabtu (5/9).
Melalui kedua kegiatan CSR tersebut, BEI dan SRO berkomitmen untuk terus menghadirkan kontribusi nyata pasar modal yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah.
Public Expose Live 2026 menjadi salah satu agenda utama yang perlu diperhatikan oleh investor saat memasuki pekan depan.
Diselenggarakan oleh BEI bersama SRO pada 7-11 September 2026 dalam rangka HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia, kegiatan ini akan menghadirkan 45 Perusahaan Tercatat untuk menyampaikan informasi mengenai kinerja, strategi, dan prospek bisnis secara langsung kepada investor dengan format virtual.