Harga BBM Indonesia Naik, Malaysia Turun: RON95 Sentuh Rp 16.521, Ini Perbandingannya

Kamis, 03 September 2026 | 18:21:00 WIB

FINANSIALINSIGHT.COM — Kementerian Keuangan Malaysia mengonfirmasi penurunan harga ini berlaku untuk tiga jenis bahan bakar utama, yaitu RON95, RON97, dan diesel. Kebijakan ini diambil seiring meredanya harga minyak mentah dunia dalam mayoritas periode perhitungan pada Mekanisme Penetapan Harga Otomatis (APM).

Tiga Jenis BBM di Malaysia Turun Harga

Berdasarkan data resmi yang dirilis Kamis (3/9/2026), berikut rincian harga BBM non subsidi terbaru di Malaysia:

  • RON97: turun dari RM4,30 menjadi RM4,25 per liter (setara Rp18.625)
  • RON95: turun dari RM3,82 menjadi RM3,77 per liter (setara Rp16.521)
  • Diesel: turun dari RM4,72 menjadi RM4,67 per liter (setara Rp20.465)

Penurunan ini memakai kurs Rp4.382 per Ringgit Malaysia. Artinya, selisih harga RON95 dengan Pertamax di Indonesia kini cukup terpaut jauh, mengingat Pertamina baru saja menyesuaikan harga jual produk non subsidinya ke atas.

Alasan Di Balik Penurunan Harga BBM di Negeri Jiran

Kementerian Keuangan Malaysia menjelaskan bahwa rata-rata harga minyak mentah dunia berada di level lebih rendah selama periode perhitungan harga. Meski begitu, pemerintah Negeri Jiran mewaspadai potensi gejolak harga dalam beberapa pekan ke depan.

"Namun, harga kembali naik menjelang akhir periode karena meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah," ujar pernyataan resmi Kementerian Keuangan Malaysia, Rabu (2/9/2026). Pasar produk minyak olahan global juga disebut masih ketat akibat gangguan aliran minyak bumi melalui Selat Hormuz, penurunan kapasitas penyulingan di sejumlah negara, serta pembatasan ekspor bahan bakar.

Kebijakan Subsidi Terarah Dilindungi

Di tengah fluktuasi harga global, pemerintah Malaysia berkomitmen mempertahankan skema subsidi Budi Madani untuk warga yang memenuhi syarat. Langkah ini menjadi tameng utama agar dampak ketidakpastian pasar minyak internasional tidak langsung membebani masyarakat berpenghasilan rendah dan sektor bisnis.

Terpisah, Tiongkok mulai melonggarkan pembatasan ekspor produk minyak olahan yang berlaku sejak Maret 2026. Meski arus ekspor telah pulih sejak Juli, pasokan beberapa produk ke pasar regional disebut belum sepenuhnya kembali ke level sebelum konflik Timur Tengah memanas.

Kenaikan Harga BBM di Indonesia Berbanding Terbalik Posisi APBN

Situasi berbeda terjadi di dalam negeri. Kenaikan harga BBM non subsidi Pertamina awal September ini diputuskan di tengah tekanan nilai tukar rupiah dan perubahan biaya akuisisi bahan bakar. Berbeda dengan Malaysia yang memilih menjaga harga melalui APM dan subsidi terarah, Indonesia menyesuaikan harga pasar untuk produk non subsidi sekaligus mempertahankan subsidi untuk jenis tertentu.

Perbedaan arah kebijakan energi kedua negara ini menarik dicermati. Malaysia mengandalkan mekanisme APM yang dievaluasi mingguan, sementara Indonesia mengevaluasi harga BBM non subsidi secara berkala mengikuti tren minyak dunia dan kurs.

Terkini