Norwegia Aktifkan Sistem Anti-Drone Otonom Pertama untuk Jaga Pangkalan Jet Tempur F-35

Senin, 31 Agustus 2026 | 03:48:00 WIB

FINANSIALINSIGHT.COM — Angkatan Udara Kerajaan Norwegia kini punya lapisan pertahanan baru yang bekerja tanpa jeda. Sistem Counter-Unmanned Aerial System (C-UAS) yang diaktifkan di dekat Trondheim itu dirancang khusus untuk menghadapi drone kecil—ancaman yang belakangan kerap mengganggu operasi di sejumlah bandara dan instalasi militer Eropa.

Mengapa Pertahanan Ini Mendadak Prioritas

Para perencana pertahanan menyebut melindungi pesawat di darat sebagai prioritas operasional yang mendesak. Jet tempur F-35 yang baru saja dibeli Norwegia akan ditempatkan di pangkalan yang sama, membuatnya rentan saat parkir di landasan.

Lars Peder Haga, profesor madya di Akademi Angkatan Udara Norwegia, menegaskan bahaya ini sudah lama dipetakan. "Karena drone kecil mudah didapat, mereka berpotensi menyebabkan kerusakan besar pada sistem yang mahal dan rentan seperti pesawat yang berada di area terbuka," ujarnya. "Kami sudah sadar hal ini sejak lama, tapi insiden drone baru-baru ini membuatnya terasa lebih dekat dan relevan."

Spesifikasi Teknis dan Cara Kerja C-UAS

Gambar yang dirilis menunjukkan sistem ini mengandalkan peluncur HAL10 buatan ISS Aerospace asal Inggris. Launcher tersebut mampu menerbangkan hingga sepuluh effector atau alat penetral secara cepat dan berurutan.

Stasiun penyiar NRK melaporkan sistem ini dibangun untuk menangani drone Kelas 1 dengan bobot maksimal 150 kilogram. Kemampuan kuncinya ada pada otomatisasi penuh: deteksi, identifikasi, hingga netralisasi berjalan tanpa operator manusia, sehingga waktu respons jauh lebih cepat dibanding peralatan anti-drone manual yang dipakai sebelumnya.

Lonjakan Insiden Drone di Eropa

Sejak akhir tahun lalu, sejumlah negara Eropa melaporkan peningkatan tajam aktivitas drone tak dikenal di dekat bandara dan instalasi militer. Otoritas di beberapa negara kesulitan memastikan asal-usul maupun tujuan penerbangan benda-benda tersebut.

Insiden ini sempat memaksa penutupan sementara di beberapa bandara Denmark dan Norwegia, mengganggu operasi penerbangan selama beberapa jam. Situasi inilah yang mempercepat realisasi kebutuhan sistem pertahanan drone terdedikasi, bukan sekadar peralatan serbaguna.

Rencana Ekspansi ke Pangkalan Lain

Pejabat pertahanan Norwegia berencana memperluas cakupan C-UAS secara bertahap ke instalasi lain. Target berikutnya adalah pangkalan udara di dekat Evenes, kawasan utara yang berperan penting dalam inisiatif reaksi cepat untuk memantau dan merespons pesawat tak dikenal di wilayah udara Norwegia.

Setiap lokasi akan mendapat tambahan sensor dan effector baru, meski detail pengadaan dan jumlah unit peluncur tambahan belum diumumkan publik. Belum ada kepastian kapan sistem di Evenes akan beroperasi penuh.

Catatan untuk Pembaca

Pertanyaannya kini: apakah satu sistem saja cukup untuk menjaga jet tempur senilai miliaran dolar? Para analis menilai efektivitasnya masih perlu dibuktikan, sementara cakupan ke pangkalan udara lain di Norwegia kemungkinan memakan waktu lama. Artinya, sejumlah fasilitas tetap tanpa perlindungan khusus dalam waktu dekat.

Terkini