JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi kembali melemah di tengah tekanan dari eksternal dan internal pada perdagangan hari ini (27/8/2026).
Sekadar mengingatkan, IHSG ditutup melemah 1,48% ke level 6.405,68 pada perdagangan Rabu (26/8/2026). Koreksi terjadi di tengah penguatan mayoritas bursa global dan regional Asia, sementara nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyampaikan, investor masih memantau agenda Jackson Hole yang berlangsung pada pekan ini. Selain itu, memanasnya perselisihan dagang antara AS dan Kanada serta proses uji kelayakan dan kepatutan calon gubernur Bank Indonesia (BI) turut menjadi perhatian pasar.
Investor juga memperhatikan perkembangan politik dalam negeri. Di sisi lain, lonjakan harga emas masih berpotensi menjadi pendorong positif bagi emiten yang berkaitan dengan komoditas tersebut.
Sementara itu, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menyampaikan, rencana aksi demonstrasi pada hari ini berpotensi memicu aksi ambil untung dan sikap menghindari risiko dalam jangka pendek.
Menurut Nafan, sebagian investor dapat memilih bersikap menunggu dan melihat perkembangan situasi politik serta keamanan sebelum kembali masuk ke pasar.
“Namun, tidak tepat jika seluruh pelemahan IHSG lebih dari 1% hanya dikaitkan dengan demo,” kata Nafan, Rabu (26/8/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Nafan menjelaskan, pergerakan IHSG juga dipengaruhi oleh faktor teknikal, rotasi sektor, aksi ambil untung, aliran dana asing, serta sentimen makroekonomi dan global.
Jika aksi demonstrasi berlangsung tertib dan tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang signifikan, Nafan menilai dampaknya terhadap IHSG kemungkinan hanya bersifat sementara dan lebih dipengaruhi sentimen.
Sebaliknya, apabila terjadi eskalasi atau ketidakpastian politik meningkat, tekanan jual berpotensi berlanjut karena risiko pasar ikut meningkat.
Untuk perdagangan Kamis (27/8/2026), Herditya memperkirakan, IHSG masih rawan mengalami koreksi. Herditya menempatkan level support di 6.373 dan resistance di 6.471.
“Untuk besok (hari ini), kami perkirakan IHSG rawan terkoreksi dengan support 6.373 dan resistance 6.471,” ujar Herditya, Rabu (26/8/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Menurut Herditya, pergerakan IHSG akan dipengaruhi oleh rencana aksi demonstrasi, pergerakan nilai tukar rupiah, serta harga komoditas emas dan minyak mentah dunia yang berpotensi kembali terkoreksi.
Sementara itu, Nafan memperkirakan, IHSG memiliki level support di 6.358 dan 6.273. Sementara itu, level resistance berada di 6.454 dan 6.552 untuk hari ini (27/8/2026).
Dari sisi saham, Herditya merekomendasikan investor mencermati PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), dan PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA).
ADRO memiliki target harga Rp 2.700-Rp 2.770 per saham. Sementara DSNG ditargetkan berada pada kisaran Rp 1.520-Rp 1.550 per saham dan MAPA di kisaran Rp 700-Rp 720 per saham.