Profil Emiten NICE: Saham Melonjak 50 Persen Sepekan dan Kinerja Keuangan

Profil Emiten NICE: Saham Melonjak 50 Persen Sepekan dan Kinerja Keuangan
Ilustrasi saham nice (FOTO : NET)

JAKARTA – Saham PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE) kembali menarik perhatian para investor setelah mencatatkan kenaikan yang signifikan pada perdagangan di pekan keempat bulan Agustus 2026.

Pada Rabu (26 Agustus 2026), harga saham NICE bahkan melonjak 35% hingga mencapai level Rp340 per saham dan masuk ke dalam jajaran saham yang menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA).

Meskipun penguatan saham NICE terbilang sangat agresif dalam beberapa hari terakhir, klaim mengenai kenaikan sebesar 50% dalam satu pekan perlu disesuaikan dengan periode perdagangan yang digunakan.

Berdasarkan data BEI, performa NICE selama 5 hari mencatatkan kenaikan sekitar 50%, sementara penguatan pada perdagangan sesi 1 hari Kamis (27/8) mencapai sekitar 18%.

PT Adhi Kartiko Pratama Tbk merupakan emiten yang bergerak di sektor pertambangan bijih nikel, didirikan pada 2008, beroperasi secara komersial sejak 2013, dan melantai di Bursa Efek Indonesia pada 9 Januari 2024.

Perusahaan yang berkantor pusat di Kendari, Sulawesi Tenggara ini beroperasi dalam rantai industri nikel yang sangat penting bagi pengembangan ekosistem kendaraan listrik serta industri baterai.

Data perseroan mencatat NICE mempunyai sekitar 877-939 karyawan dengan Chang Pyo Hong yang menjabat sebagai Direktur Utama.

Aktivitas utama NICE berfokus pada pertambangan bijih nikel yang ditopang oleh berbagai kegiatan usaha pendukung di bidang rantai industri dan logistik pertambangan.

Lini usaha pendukung tersebut meliputi jasa pelabuhan dan terminal, pengelolaan fasilitas dermaga serta kegiatan bongkar muat, hingga jasa kawasan industri.

Selain itu, NICE juga menyediakan jasa pengujian analisis dan teknis serta layanan pendukung untuk pengiriman dan logistik komoditas.

Melalui skema bisnis ini, NICE tidak hanya mengandalkan sektor penambangan semata, melainkan juga memaksimalkan ekosistem penunjang pertambangan.

Data BEI menunjukkan kinerja keuangan NICE tumbuh positif hingga semester I 2026 dengan pendapatan mencapai Rp1,01 triliun per 30 Juni 2026, melonjak dari Rp478,14 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.

Kenaikan pendapatan sebesar 111,7% secara tahunan tersebut turut mengerek laba bruto perseroan menjadi Rp274,60 miliar dari sebelumnya Rp132,87 miliar pada semester I 2025.

Beban pokok pendapatan perseroan juga tercatat naik 113,1% menjadi Rp735,79 miliar dibandingkan semester I 2025 yang sebesar Rp345,26 miliar.

Sementara itu, laba sebelum pajak mengalami kenaikan sebesar 80,4% dari Rp123,77 miliar menjadi Rp223,24 miliar.

Peningkatan pendapatan ini terbukti mampu menghasilkan pertumbuhan keuntungan yang sangat signifikan bagi perusahaan.

Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat mengalami peningkatan sekitar 80,8% menjadi Rp170,14 miliar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index