IAEA Rancang Program ATLAS, Dorong Kapal dan PLTN Terapung Bertenaga Nuklir

Kamis, 27 Agustus 2026 | 03:11:00 WIB

FINANSIALINSIGHT.COM — IAEA meyakini pemanfaatan nuklir tidak hanya berhenti di daratan. Lewat program bertajuk Atomic Technologies Licensed for Applications at Sea atau ATLAS, lembaga ini ingin membuka jalan bagi adopsi reaktor kecil yang dipasang di kapal niaga maupun bangunan terapung.

Rafael Grossi mengungkapkan hal itu usai bertemu dengan Menteri Energi AS Chris Wright di Washington DC, Selasa (26/8). Menurut Grossi, ATLAS dirancang untuk menjawab kebutuhan energi di kawasan yang sulit dijangkau jaringan listrik konvensional.

Energi untuk Wilayah Terpencil dan Perdagangan Global

Grossi menuturkan program ini punya dua manfaat besar. Pertama, membantu kelancaran perdagangan global melalui kapal-kapal bertenaga nuklir yang dinilai lebih efisien dan rendah emosi. Kedua, menghadirkan pasokan listrik bagi masyarakat serta industri di daerah terpencil yang selama ini mengandalkan diesel mahal.

“Senang bisa bersama Menteri Energi Chris Wright di Washington DC menjelang peluncuran ATLAS besok,” tulis Grossi melalui akun platform X, dikutip Rabu (26/8).

Pembahasan Nonproliferasi Ikut Mengemuka

Pertemuan Grossi dan Wright tidak hanya membahas ATLAS. Keduanya juga mendiskusikan isu nonproliferasi, yakni upaya mencegah penyebaran senjata nuklir. Agenda itu mencakup perkembangan program nuklir Iran serta kunjungan terbaru Grossi ke Suriah.

Grossi menyebut terdapat “kemajuan penting” dalam kunjungannya ke Suriah, tanpa merinci lebih lanjut. Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap aktivitas nuklir di kawasan Timur Tengah.

Peluncuran di Forum Tingkat Menteri

ATLAS akan diperkenalkan secara resmi dalam pertemuan tingkat menteri IAEA yang diselenggarakan Amerika Serikat di Washington DC pada 26–27 Agustus. Langkah ini menandai dorongan nyata pertama IAEA untuk mengkomersialkan teknologi nuklir sipil di sektor maritim.

Jika berjalan sesuai rencana, ATLAS berpotensi mengubah peta energi global. Kapal-kapal niaga besar yang selama ini mengandalkan bahan bakar minyak bisa beralih ke reaktor modular kecil, sementara kawasan pesisir terpencil mendapat sumber listrik andal tanpa perlu membangun jaringan transmisi panjang.

Terkini