Volume Transaksi Hotel Asia Pasifik Tembus US$ 6,8 Miliar di Semester I-2026, Tertinggi sejak 2019

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:20:00 WIB

FINANSIALINSIGHT.COM — Laporan riset terbaru Jones Lang LaSalle (JLL) menunjukkan pasar investasi perhotelan Asia Pasifik pulih kuat di tengah volatilitas ekonomi global. Capaian US$ 6,8 miliar pada paruh pertama tahun ini menjadi bukti minat modal yang tetap tinggi terhadap aset hospitality, meski investor kini lebih selektif.

"Fundamental pasar yang solid mendorong investor lebih selektif dengan mengutamakan kepastian hukum dan mitigasi risiko sebelum mengalokasikan modal," ujar CEO JLL Hotels & Hospitality Group Asia Pasifik, Nihat Ercan, Rabu (21/8).

Jepang dan Tiongkok Kuasai Separuh Total Transaksi

Dari total nilai transaksi kawasan, Jepang berkontribusi paling besar dengan torehan US$ 1,9 miliar atau tumbuh 75% secara tahunan. Aksi korporasi besar seperti akuisisi JPN Kanagawa Hotel Portfolio oleh AB Capital hingga pembelian Sapporo Real Estate oleh konsorsium KKR & PAG menjadi pendorong utama.

Tiongkok mencatat pertumbuhan paling agresif. Volume transaksinya melesat 224% year on year menjadi US$ 1,5 miliar, didominasi pelepasan aset bertekanan finansial di pasar sekunder. Salah satunya penjualan sembilan aset properti milik R&F Group.

Australia menyusul dengan transaksi US$ 901 juta (+38% yoy), disokong persaingan investor swasta dan family office yang memburu aset kelas menengah hingga properti di pusat bisnis (CBD).

Profil Pembeli dan Tren Konversi Aset Hotel

Dari sisi profil pembeli, pengembang mendominasi 22% dari total akuisisi. Disusul fund manager dengan porsi 19%, serta family office dan individu super kaya (HNWI) sebesar 5%.

JLL juga menyoroti tren value-add yang kian populer. Investor mulai mentransaksikan hotel berkinerja rendah untuk dialihfungsikan menjadi aset hunian. Di Hong Kong, empat hotel senilai total US$ 340 juta dibeli untuk dikonversi menjadi hunian mahasiswa dan co-living. Langkah serupa terjadi di Singapura melalui akuisisi Park Avenue Changi oleh Coliwoo senilai US$ 79 juta.

Transaksi Waldorf Astoria Jakarta dan Dampaknya bagi Pasar Lokal

Sinyal positif ini berdampak langsung ke Indonesia. JLL memfasilitasi konsultasi transaksi investasi untuk Waldorf Astoria Jakarta, hotel super-mewah yang dijadwalkan beroperasi pada 2027 sebagai bagian dari Autograph Tower di kawasan Thamrin Nine.

Country Head JLL Indonesia, Farazia Basarah, menyebut transaksi ini mencerminkan kuatnya arus modal lintas negara, khususnya keterhubungan ekonomi Indonesia dengan investor Uni Emirat Arab (UEA) dan kawasan Gulf Cooperation Council (GCC).

Proyeksi Volume Transaksi Sepanjang 2026

Dengan rata-rata pertumbuhan pendapatan per kamar tersedia (RevPAR) yang naik di atas 6% pada Januari–Mei 2026, JLL optimistis momentum ini berlanjut. Head of Investment Sales Asia JLL Hotels & Hospitality Group, Julien Naouri, memproyeksikan total volume transaksi hotel Asia Pasifik sepanjang 2026 akan tumbuh 15% hingga 20% secara tahunan.

Terkini