Telkom Targetkan Anak Usaha Susut Jadi 19 Perusahaan pada Akhir 2026, Tanpa PHK

Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:46:00 WIB

FINANSIALINSIGHT.COM — Proses perampingan BUMN telekomunikasi ini tengah berjalan agresif. Hingga akhir Juni 2026, jumlah entitas usaha Telkom Group sudah ditekan menjadi sekitar 48 perusahaan, menyisakan 19 entitas lagi yang akan dituntaskan penyederhanaannya hingga penghujung tahun.

Skema Divestasi dan Likuidasi Jadi Jurus Andalan

Untuk mencapai target tersebut, Telkom menerapkan dua skema utama. Pertama, divestasi untuk anak usaha yang masih memiliki nilai strategis bagi pihak lain. Kedua, likuidasi bagi entitas yang dinilai berada di luar kompetensi inti dan minim kontribusi terhadap profitabilitas grup.

Pada paruh pertama 2026, perseroan telah menuntaskan penyederhanaan terhadap 10 entitas anak usaha. Dari jumlah itu, dua di antaranya dilepas melalui skema divestasi, yakni AdMedika dan Telkomedika yang bergerak di bidang layanan kesehatan. Kedua perusahaan tersebut resmi diakuisisi oleh Fullerton Health, perusahaan asal Singapura.

Enam Entitas Non-Inti Resmi Ditutup

Selain melepas aset, Telkom juga telah melikuidasi enam anak usaha yang dinilai tidak sejalan dengan fokus bisnis utama. Keenam perusahaan tersebut adalah PT Citra Sari Makmur, PT Media Nusantara Data Global, PT Omni Inovasi Indonesia, Sigma AIT Bhd, PT Alam Pesona Wisata, dan PT Pojok Celebes Mandiri.

Langkah likuidasi ini menjadi bagian dari strategi untuk membersihkan portofolio dari bisnis yang tidak memberikan nilai tambah signifikan. Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Indonesia, Seno Soemadji, menegaskan bahwa seluruh proses ini dikoordinasikan erat dengan Danantara.

Mandat Danantara: Ramping tapi Tanpa PHK

"Tapi kita targetkan end of game-nya kami akan menjadi 19 anak usaha... Itu yang dimandatkan Danantara. Kami nggak boleh layoff," ujar Seno saat ditemui di BATIC 2026, Rabu (26/8/2026).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa efisiensi struktur tidak boleh berdampak pada pengurangan karyawan. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen dalam mengelola organisasi yang lebih ramping namun tetap produktif.

Transformasi demi Responsivitas Industri Digital

Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menyatakan bahwa efisiensi portofolio yang dilakukan Telkom Group merupakan instrumen penting untuk merespons dinamika industri digital global yang bergerak sangat dinamis. Langkah ini dinilai krusial agar perusahaan pelat merah tersebut dapat bergerak lebih lincah.

"Transformasi ini penting untuk memperkuat fokus bisnis dan memastikan Telkom Group bergerak lebih agile dalam menjawab kebutuhan ekosistem digital nasional," ujar Dony dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (27/5/2026).

Dengan struktur yang lebih ramping, Telkom diharapkan mampu mempercepat pengambilan keputusan dan mengalokasikan sumber daya secara lebih optimal. Fokus utama perusahaan kini tertuju pada penguatan bisnis inti telekomunikasi dan pengembangan layanan digital yang bernilai tinggi.

Terkini

15 Rekomendasi Anime Aksi Terbaik Sepanjang Masa

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:57:01 WIB

Ulasan Lengkap Anime Demon Slayer

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:53:01 WIB

Rekap Alur Cerita Attack on Titan Lengkap

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:47:42 WIB