HBS Foundry Bootcamp Rp 11,5 Juta Andalkan AI Avatar untuk Latihan Pitching

Senin, 24 Agustus 2026 | 22:32:00 WIB

FINANSIALINSIGHT.COM — HBS Foundry, program akselerasi bisnis dari Harvard Business School, memperkenalkan pendekatan baru dalam pendampingan wirausaha. Selain sesi langsung dengan instruktur setiap pekan, peserta kini berlatih menghadapi investor virtual yang digambarkan sebagai AI avatar. Teknologi ini dikembangkan oleh startup HeyGen dan menjadi bagian dari kurikulum program yang berlangsung delapan minggu tersebut.

Peran AI Avatar dalam Simulasi Bisnis

Avatar AI tidak menggantikan peran pengajar manusia, melainkan bertugas memberikan evaluasi individual saat peserta berlatih presentasi bisnis dan simulasi rapat dewan. Direktur proyek HBS Foundry, Katharina Rings, mengungkapkan bahwa komponen AI ini awalnya dirancang sebagai chatbot sederhana. Namun, setelah uji coba versi awal, para mahasiswa justru menginginkan pengalaman yang lebih terarah dan mendalam.

Rings menjelaskan bahwa kebutuhan akan bimbingan yang lebih personal menjadi alasan utama pengembangan avatar ini. Sistem ini memungkinkan setiap peserta mendapatkan umpan balik spesifik tanpa harus menunggu giliran konsultasi dengan pengajar.

Uji Coba Langsung: "Uber untuk Pisang"

Jurnalis The New York Times, Sarah Kessler, mencoba langsung pengalaman ini dengan mempresentasikan ide bisnis "Uber untuk pisang" di depan avatar digital Jeff Bussgang, salah satu co-founder Flybridge Capital. Hasilnya, baik Bussgang asli maupun versi AI-nya sama-sama tidak terkesan dengan gagasan tersebut. Kessler mencatat satu detail menarik: senyum avatar virtual itu terlihat kaku dan membeku selama presentasi berlangsung.

Meski terkesan "seram" atau "creepy" seperti diakui Bussgang sendiri, respons peserta program justru positif. "Murid-murid saya menyukainya," kata Bussgang kepada Kessler, merujuk pada reaksi para peserta bootcamp terhadap tiruan digitalnya.

Mengapa Mahasiswa Menyukai Umpan Balik AI

Ketertarikan peserta terhadap AI avatar ini menarik untuk dicermati, terutama di tengah sikap skeptis sebagian mahasiswa terhadap teknologi kecerdasan buatan. Para partisipan HBS Foundry menilai kehadiran avatar memberikan ruang latihan yang lebih aman dan bebas tekanan. Mereka bisa mengulang presentasi berkali-kali dan menerima kritik konstruktif tanpa merasa canggung di depan sesama peserta.

Bagi wirausahawan pemula, simulasi dengan AI avatar menawarkan kesempatan untuk mengasah kemampuan pitching sebelum menghadapi investor sungguhan. Meskipun ekspresi avatar masih terbatas, substansi umpan balik yang diberikan dinilai cukup membantu untuk memperbaiki strategi bisnis.

Konteks Pendidikan dan Adopsi AI di Kelas

Langkah HBS ini menjadi contoh bagaimana institusi pendidikan tinggi mengintegrasikan AI untuk memperluas jangkauan. Dengan biaya US$699, program ini menyasar wirausahawan yang ingin mendapatkan sertifikasi dan bimbingan dari sekolah bisnis ternama tanpa harus menempuh gelar penuh. Model ini juga menunjukkan bahwa AI dapat menjadi alat bantu yang melengkapi, bukan menggantikan, peran pengajar.

Bagi calon peserta di Indonesia yang tertarik mengikuti program serupa, perlu dicatat bahwa biaya US$699 belum termasuk biaya hidup atau akomodasi jika ada sesi offline. Namun, karena program berlangsung daring, akses dari Indonesia tetap memungkinkan. Keputusan untuk bergabung sebaiknya mempertimbangkan kebutuhan pendampingan intensif dan kesiapan berinteraksi dengan teknologi AI sebagai bagian dari metode pembelajaran.

Terkini