Grup Djarum Masuk BTEL Usai Protelindo Konversi OWK 4,85 Miliar Saham

Senin, 24 Agustus 2026 | 21:31:49 WIB
Ilustrasi saham btel (FOTO : NET)

JAKARTA – PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) yang merupakan anak usaha Grup Djarum secara resmi menjadi pemegang saham signifikan di PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) usai menuntaskan konversi Obligasi Wajib Konversi (OWK).

Kepemilikan tersebut dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 24 Agustus 2026, di mana Protelindo saat ini menguasai 4,85 miliar saham BTEL atau setara dengan porsi 10,86% dari total saham.

Transaksi executed pada 20 Agustus 2026 menggunakan harga pelaksanaan senilai Rp 200 per saham, setelah sebelumnya Protelindo belum mencatatkan kepemilikan saham BTEL secara langsung atau masih sebesar 0%.

Melalui pelaksanaan konversi OWK ini, Protelindo memperoleh kepemilikan sebanyak 4.846.785.385 saham biasa BTEL.

Status kepemilikan saham tersebut tercatat sebagai kepemilikan langsung, namun Protelindo menegaskan bahwa mereka bukan pemegang saham pengendali BTEL meskipun telah memegang hak suara melebihi 10%.

Masuknya porsi kepemilikan 10,86% oleh Protelindo ini memperbarui susunan peta pemegang saham di BTEL. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), struktur pemilik saham BTEL mencakup Raiffeisen Bank International AG Singapore Branch S/A Best Quality Global Limited sebesar 5,77% (2,21 miliar saham), PT Bakrie Global Ventura sebesar 6,89% (2,64 miliar saham), dan PT Huawei Tech Investment sebesar 16,13% (6,19 miliar saham).

Pemegang saham lainnya terdiri dari PT Bioful ICPD3103J7636021NDO Sumatra sebesar 8,21% (3,14 miliar saham), PT Mahindo Agung Sentosa sebesar 13,05% (5 miliar saham), serta masyarakat publik sebesar 49,65% (19,03 miliar saham).

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI pada Jumat (21/8/2026), terdapat lima perusahaan lain yang turut melaksanakan konversi OWK BTEL selain Protelindo, yaitu PT Inti Bangun Sejahtera Tbk sebanyak 250,81 juta saham.

Pihak lainnya meliputi PT Komet Infra Nusantara sebanyak 47,36 juta saham, PT Solusi Tunas Pratama Tbk sebanyak 888,12 juta saham, PT Sarana Inti Persada sebanyak 35,51 juta saham, dan PT Reka Jasa Akses sebanyak 247,50 juta saham.

Penggabungan seluruh pelaksanaan konversi OWK pada 20 Agustus 2026 tersebut menghasilkan akumulasi saham baru sebesar 6.316.077.218 saham.

Sebelum dilakukannya transaksi konversi OWK, total saham BTEL yang tercatat di bursa berjumlah 38.330.244.255 saham.

Dengan adanya penambahan saham konversi tersebut, jumlah total saham BTEL yang tercatat di bursa meningkat menjadi 44.646.321.473 saham per 20 Agustus 2026.

Pelaksanaan aksi korporasi konversi OWK ini berhasil mendorong kenaikan jumlah saham BTEL di BEI hingga sekitar 16,5% dari posisi sebelumnya.

Tags

Terkini

Panduan Lengkap Memilih Pelembap Gel Wajah Terbaik

Selasa, 25 Agustus 2026 | 01:33:01 WIB

Manfaat Skinimalism untuk Kulit Sehat

Selasa, 25 Agustus 2026 | 01:30:01 WIB

Panduan Memilih Skincare yang Tepat Berdasarkan Iklim

Selasa, 25 Agustus 2026 | 01:25:01 WIB