Private Placement Rp50,29 Miliar, BIPP Siap Ekspansi Usaha dan Modal

Jumat, 21 Agustus 2026 | 23:04:16 WIB
Ilustrasi saham baru (FOTO : NET)

JAKARTA – PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP) berencana menerbitkan maksimal 502,87 juta saham baru melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI pada Rabu (19/8), jumlah saham baru tersebut setara maksimal 10% dari saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh oleh BIPP. Kepemilikan pemegang saham eksisting diperkirakan akan terdilusi sebesar maksimal 9,09% akibat aksi korporasi ini.

Seluruh dana hasil aksi korporasi akan dialokasikan oleh perseroan untuk pengembangan usaha serta tambahan modal kerja. Penyetoran modal tersebut dipastikan akan dilakukan secara tunai oleh perseroan.

Pelaksanaan PMTHMETD dapat dilakukan sekaligus maupun bertahap dalam jangka waktu maksimal dua tahun setelah mengantongi izin pemegang saham. Waktu eksekusi akan ditentukan perseroan dengan mempertimbangkan kesiapan investor, rencana ekspansi, serta kebutuhan pendanaan.

Meskipun harga pelaksanaan belum ditetapkan, perseroan menegaskan harga minimal akan mengacu pada regulasi Bursa Efek Indonesia, yaitu 90% dari rata-rata harga penutupan saham selama 25 hari bursa sebelum pendaftaran saham tambahan.

Dalam perhitungan simulasi perseroan, apabila PMTHMETD berjalan pada harga nominal Rp100 per saham, total aset BIPP berpeluang naik 2,74% dan ekuitas meningkat 5,27% dibandingkan posisi 30 Juni 2026.

Suntikan dana ini diproyeksikan bakal memperkuat permodalan serta menambah kas tanpa memicu peningkatan utang. Rasio liabilitas terhadap ekuitas juga diprediksi membaik dari semula 0,92 kali menjadi 0,87 kali.

Nilai PMTHMETD ini diperkirakan mencapai sekitar Rp50,29 miliar berdasarkan nilai nominal saham, dengan asumsi penerbitan penuh maksimal 502,87 juta saham baru.

Calon investor yang akan menyerap saham baru Seri B tersebut masih belum diungkapkan oleh BIPP hingga keterbukaan informasi diterbitkan pada 19 Agustus 2026.

Saat ini, porsi kepemilikan saham terbesar BIPP dipegang oleh Safire Capital Pte. Ltd. sebesar 61,62%, disusul PT Victoria Investama Tbk sebesar 11,40%, serta publik sebesar 26,98%.

Apabila seluruh saham baru berhasil diterbitkan, kepemilikan Safire Capital akan menyusut menjadi 56,02%, Victoria Investama menjadi 10,36%, sedangkan investor PMTHMETD bakal memegang maksimal 9,09% saham BIPP.

Keputusan mengenai rencana private placement serta perubahan anggaran dasar terkait peningkatan modal disetor dan ditempatkan akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB pada 25 September 2026.

Tags

Terkini