JAKARTA – Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk saham-saham anggota indeks LQ45 pada 20 Agustus 2026 didominasi penguatan luas, terutama di kelompok PER tertinggi.
Total nilai transaksi bursa naik menjadi Rp15,8 triliun dari Rp14,3 triliun pada perdagangan sebelumnya. Investor asing mencatat net jual dari sisi volume (1,62 miliar saham), namun net beli dari sisi nilai, Rp680,3 miliar.
Rasio harga berbanding laba (price earning ratio/PER) menunjukkan berapa kali lipat harga saham dibanding laba bersih per sahamnya.
Rasio harga berbanding nilai buku (price to book value/PBV) membandingkan harga saham dengan nilai aset bersih perusahaan per saham.
PT Aneka Tambang (ANTM) melesat 3,63% pada perdagangan 20 Agustus, membalikkan pelemahan pada perdagangan sebelumnya.
PT Trimegah Bangun Persada (NCKL) dan PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) turut menguat signifikan, masing-masing naik 2,70% dan 2,03%. PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) jadi satu-satunya yang melemah, turun 1,75%.
PT Merdeka Battery Materials (MBMA) melonjak 10,78% pada perdagangan 20 Agustus, kenaikan terbesar di antara seluruh 20 saham gabungan.
PT Amman Mineral Internasional (AMMN) turut melesat 7,97%, sementara PT Bumi Resources (BUMI), PT Darma Henwa (DEWA), PT Indika Energy (INDY), dan PT Merdeka Copper Gold (MDKA) sama-sama menguat lebih dari 3%.
PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) jadi satu-satunya yang stagnan di kelompok ini, sementara PT Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) tetap memegang status PBV terendah di seluruh 20 saham gabungan, 0,37 kali.
Tak satu pun saham di kelompok PER tertinggi yang melemah pada perdagangan 20 Agustus, hanya GOTO yang stagnan sementara sembilan lainnya kompak menguat.