BI Peringatkan El Nino Memburuk hingga Oktober Tekan Harga Pangan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:56:39 WIB
Ilustrasi Pangan (FOTO : NET)

JAKARTA – Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) mewanti-wanti pemburukan cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino berpotensi berlangsung hingga Oktober 2026, khususnya di wilayah Timur Indonesia. Keadaan tersebut berisiko memicu lonjakan biaya produksi pada berbagai komoditas bahan pangan.

"Kita harus waspada, ke depan terutama risiko el nino diperkirakan lebih kuat hingga Oktober di kawasan timur dan tekanan biaya produksi," kata Deputi Gubernur BI Ricky P Gozali saat konferensi pers hasil rapat dewan gubernur BI, Rabu (19/8/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Lantaran hal tersebut, BI bersama pemerintah pusat maupun daerah bakal terus berfokus mengendalikan tekanan inflasi di tanah air ke depan. Fokus pengawalan tersebut terutama diarahkan pada komoditas utama seperti beras, cabai, serta bawang merah.

"Kita akan fokus untuk beras, cabai dan bawang merah," ucap Ricky sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ricky mengungkapkan bahwa ancaman pemburukan fenomena cuaca El Nino ini tetap menjadi perhatian serius, sekalipun tekanan inflasi pangan bergejolak menunjukkan penurunan dalam beberapa bulan terakhir.

"Jadi kita di tengah ketidakpastian, inflasi terjaga di kisaran target bahkan melandai dari 3,34% di Juni sekarang sudah di 2,88% yoy. Ini penurunan terjadi paling besar di volatile food yang membaik ke 2,52% di Juli di mana sebelumnya 5,58%," tegasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Tags

Terkini