JAKARTA – Jumlah pemegang saham PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) melonjak pada Juli 2026. Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek, jumlah investor GPSO bertambah 1.960 investor dalam sebulan.
Pertumbuhan tersebut membuat jumlah pemegang saham GPSO naik 43,84%, dari 4.470 investor pada Juni 2026 menjadi 6.430 investor pada akhir Juli 2026.
Seiring pertumbuhan basis investor, struktur kepemilikan saham GPSO juga mengalami perubahan. PT PIMSF selaku pemegang saham utama sekaligus pengendali meningkatkan kepemilikannya dari 250,87 juta saham atau 37,63% menjadi 310,98 juta saham atau 42,40%.
Sementara itu, kepemilikan saham oleh masyarakat atau pemegang saham di bawah 5% turut meningkat. Kepemilikan saham non-warkat atau scripless publik naik dari 380,63 juta saham atau 57,09% pada Juni 2026 menjadi 422,42 juta saham atau 57,60% pada Juli 2026.
Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), kepemilikan saham scripless GPSO masih didominasi investor individu dengan 360,10 juta saham. Posisi berikutnya ditempati investor korporasi dengan kepemilikan 353,20 juta saham.
Selain investor individu dan korporasi, kepemilikan saham GPSO juga tercatat pada kelompok private bank, lembaga keuangan, CV atau partnership, afiliasi pengendali, perbankan serta penasihat investasi.
Kepemilikan manajemen GPSO relatif tidak berubah. Direktur Utama Dionysius Tjokro tercatat memiliki 14.500 saham, sedangkan anggota direksi dan komisaris lainnya tidak memiliki saham secara langsung.
Adapun Kurniawan Eddy Tjokro juga masih tercatat sebagai pemilik manfaat akhir alias ultimate beneficial owner (UBO) GPSO.
Di sisi lain, jumlah saham free float GPSO yang memenuhi ketentuan Peraturan Bursa Nomor I-A dan I-V mencapai 419,18 juta saham atau 57,15% dari total 733,42 juta saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Posisi free float tersebut meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 56,61%. Dus, pertumbuhan jumlah investor GPSO pada Juli 2026 turut diikuti peningkatan porsi saham publik perseroan.