JAKARTA – Kontrak futures saham Amerika Serikat bergerak hampir tanpa perubahan pada Jumat, menandakan potensi pembukaan yang lesu usai S&P 500 menyentuh rekor tertinggi pada sesi sebelumnya.
Sekitar pukul 16:49 WIB, kontrak futures Dow mencatatkan penurunan sebesar 70 poin atau 0,1 persen, sedangkan futures S&P 500 berada di posisi datar dan futures Nasdaq 100 menguat tipis 34 poin atau 0,1 persen.
Tiga indeks utama Wall Street mengakhiri perdagangan Kamis di zona hijau, tersokong oleh lonjakan signifikan saham pembuat chip memori Sandisk (NASDAQ:SNDK) yang menyampaikan outlook jangka panjang optimistis saat acara analis. Saham Micron Technology (NASDAQ:MU) turut menguat dan memicu penguatan sektor teknologi, di mana Microsoft (NASDAQ:MSFT) terangkat hampir 1 persen serta Meta Platforms (NASDAQ:META) naik 2,8 persen.
Kendati demikian, laju pasar terhambat oleh merosotnya saham Cisco Systems setelah kinerja kuartalan yang solid terhalang oleh ekspektasi pasar yang terlampau tinggi. Ekspektasi tinggi tersebut juga menekan saham Applied Materials dalam perdagangan pra-pasar Jumat, meskipun produsen peralatan fabrikasi chip itu memaparkan strategi peningkatan kapasitas produksi demi memenuhi lonjakan permintaan teknologi AI.
Melalui sebuah catatan resmi, analis di Deutsche Bank mengungkapkan bahwa penguatan pada Kamis utamanya didorong oleh meredanya indeks harga produsen (PPI) AS edisi Juli.
Data PPI tersebut, yang berkombinasi dengan laporan inflasi konsumen yang cenderung melandai pada Rabu serta melemahnya kondisi pasar tenaga kerja, memangkas spekulasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada pertemuan September. Berdasarkan data CME FedWatch, pelaku pasar memperhitungkan probabilitas sekitar 65 persen bahwa tingkat suku bunga tidak mengalami perubahan bulan depan.
Para pemodal kini mengalihkan fokus pada rilis data penjualan ritel hari Jumat guna mengukur ketahanan konsumsi masyarakat. Agenda ekonomi harian juga bakal menghadirkan rilis data persediaan bisnis serta hasil survei sentimen konsumen terbitan Universitas Michigan.
Di kawasan lain, pihak AS tengah mengkaji opsi mempertahankan pemblokiran jalur laut terhadap Iran dalam jangka panjang demi mengakhiri pertikaian dan memulihkan lalu lintas pelayaran normal di Selat Hormuz yang masih terganggu.
Penurunan tajam aktivitas kapal tanker yang melintasi kawasan perairan tersebut memperparah kekhawatiran krisis pasokan energi dunia, yang menjaga harga minyak mentah tetap berada di atas level sebelum pecahnya konflik Iran pada akhir Februari. Kekhawatiran meluas bahwa lonjakan harga energi dapat memicu gelombang inflasi baru yang berpotensi memaksa The Fed menaikkan suku bunga.
Futures minyak mentah Brent sebagai acuan global naik 0,4 persen menjadi $87,40 per barel, sementara futures West Texas Intermediate (WTI) AS bertambah 1,0 persen ke level $82,03 per barel pada pukul 17:03 WIB. Baik futures Brent maupun WTI tercatat telah menguat sekitar 5 persen sepanjang pekan ini.