INKP Terbitkan Obligasi dan Sukuk 2026 Tawarkan Bunga Hingga 10,5 Persen

INKP Terbitkan Obligasi dan Sukuk 2026 Tawarkan Bunga Hingga 10,5 Persen
Ilustrasi INKP Terbitkan Obligasi (FOTO : NET)

JAKARTA – PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) kembali menggalang pendanaan melalui penerbitan tiga instrumen surat utang sekaligus. Instrumen tersebut terdiri dari obligasi rupiah, Sukuk Mudharabah, serta obligasi berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS).

Aksi korporasi ini menjadi bagian dari penawaran umum berkelanjutan dengan target penghimpunan dana hingga Rp 10 triliun untuk obligasi dan Sukuk Mudharabah, serta US$ 100 juta untuk obligasi dolar AS.

Melalui Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi VI Tahap III Tahun 2026, Indah Kiat menawarkan jumlah pokok obligasi sebanyak-banyaknya Rp 2 triliun. Sebanyak Rp 1,59 triliun mendapatkan skema full commitment, sedangkan maksimal Rp 409,105 miliar menggunakan skema best effort.

Obligasi dengan skema full commitment terbagi menjadi Seri A senilai Rp 1,376 triliun dengan bunga 10% per tahun tenor 3 tahun, serta Seri B sebesar Rp 214,17 miliar berbunga 10,5% per tahun tenor 5 tahun.

Jatuh tempo Seri A ditetapkan pada 3 September 2029 dan Seri B pada 3 September 2031. Pembayaran bunga obligasi akan dilakukan setiap tiga bulan, yang dimulai pada 3 Desember 2026.

Perusahaan juga menawarkan Penawaran Umum Berkelanjutan Sukuk Mudharabah V Tahap III Tahun 2026 dengan nilai maksimal Rp 1,5 triliun.

Sebesar Rp 1,170 triliun dari nilai sukuk tersebut telah memperoleh komitmen penuh dan terbagi ke dalam dua seri.

Seri A bernilai Rp 443,03 miliar dengan indikasi tingkat bagi hasil 10% per tahun tenor 3 tahun, sedangkan Seri B sebesar Rp 727,19 miliar dengan indikasi tingkat bagi hasil 10,5% per tahun tenor 5 tahun.

Sisa sukuk maksimal Rp 329,78 miliar ditawarkan melalui skema best effort. Pembayaran pendapatan bagi hasil akan dibagikan berkala tiap tiga bulan mulai 3 Desember 2026.

Pada pasar valuta asing, INKP menerbitkan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi USD III Tahap II Tahun 2026 dengan emisi maksimal US$ 25 juta dari total target US$ 100 juta.

Sebanyak US$ 9,55 juta mendapatkan full commitment yang terbagi atas Seri A US$ 8,1335 juta (bunga 6,75% tenor 3 tahun) dan Seri B US$ 1,417 juta (bunga 7,25% tenor 5 tahun).

Sementara itu, sisanya senilai US$ 15,45 juta bakal ditawarkan menggunakan skema best effort dengan pembayaran bunga berkala tiap tiga bulan.

Rangkaian surat utang ini telah mengantongi peringkat idA+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dan irAA dari PT Kredit Rating Indonesia (KRI).

Perolehan dana obligasi akan dialokasikan untuk pembiayaan operasional harian, seperti pembelian bahan baku, bahan kimia, biaya energi, hingga logistik.

Selain itu, emiten grup Sinar Mas ini memanfaatkan dana tersebut untuk melunasi kewajiban utang jatuh tempo guna mengoptimalkan beban bunga serta struktur permodalan.

Masa penawaran umum surat utang ini diagendakan berlangsung pada 27–28 Agustus 2026.

Tanggal penjatahan ditetapkan pada 31 Agustus 2026, dilanjutkan pengembalian uang pemesanan serta distribusi elektronik pada 2 September 2026.

Seluruh efek hasil penawaran umum ini rencananya akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 3 September 2026.

Untuk penerbitan Obligasi Rupiah dan Sukuk Mudharabah, INKP bekerja sama dengan enam penjamin pelaksana emisi efek, yaitu PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT KB Valbury Sekuritas.

Sedangkan penerbitan obligasi dolar AS ditangani oleh lima penjamin pelaksana emisi efek, yakni PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT KB Valbury Sekuritas.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index