JAKARTA – Perhatian para investor mengenai potensi gelembung aset dilaporkan mulai bergeser dari saham-saham berkapitalisasi besar di Amerika Serikat menuju sektor produsen chip serta pasar saham Korea Selatan.
"Fokus gelembung telah bergeser dari SPX ke sektor semikonduktor dan Korea," tulis para analis Citi sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Meskipun telah lama menilai ekuitas Amerika Serikat berada dalam posisi gelembung, bank tersebut tetap mempertahankan pandangan konstruktif karena kondisi seperti itu dinilai bisa berlangsung cukup lama.
Citi memantau risiko ini secara taktis memanfaatkan indikator khusus yang sejauh ini belum menunjukkan sinyal bahaya. Selain itu, Nasdaq 100 juga dicatat belum mengalami lonjakan drastis yang setara dengan capaian kuartal keempat tahun 1999 saat indeks melonjak hingga 54 persen.
Sektor semikonduktor beserta Kospi, yang dinilai memiliki porsi sangat besar terhadap industri tersebut, menunjukkan situasi yang berbeda.
Lonjakan sebesar 88 persen dialami oleh Indeks SOX pada kuartal kedua tahun 2026, yang menjadi rekor tertinggi sepanjang masa sekaligus melampaui rekor 68 persen pada kuartal pertama tahun 2000.
Pada rentang waktu yang sama, Kospi menguat 84 persen yang juga mencatatkan rekor baru jika dibandingkan dengan lonjakan 29 persen pada kuartal keempat tahun 1999. Citi menambahkan bahwa rekor tertinggi sebelumnya terjadi pada kuartal keempat tahun 1998 sebesar 83 persen tatkala pasar mulai bangkit dari krisis keuangan Asia.
Berdasarkan metodologi analisis yang digunakan, syarat berupa kenaikan aset lebih dari dua standar deviasi di atas tren riil telah terpenuhi.
"Untuk SOX, kondisi gelembung telah terpicu," tulis para analis, menambahkan bahwa kondisi tersebut terpenuhi pada bulan April sebagaimana dilansir dari berita sumber.
"Dua episode sebelumnya yang muncul adalah pada tahun 2000 dan 2020. Dalam dua contoh tersebut, memasuki gelembung sebenarnya bukan masalah, tetapi keluarnya adalah masalah," tulis bank tersebut sebagaimana dilansir dari berita sumber. "SOX kehilangan masing-masing 43% dan 23% dari keuntungan yang diperoleh selama gelembung pada saat keluar dari gelembung dan terus mengalami penurunan selama setahun setelahnya."
Mengingat SOX belum keluar dari area gelembung, perusahaan menyimpulkan bahwa metodologi tersebut belum memberikan indikasi peringatan yang signifikan saat ini.