Saham LQ45 CUAN dan BRPT Turun Tajam MDKA Melesat 3,4 persen

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:36:56 WIB
Ilustrasi perdagangan saham (FOTO : NET)

JAKARTA – Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk saham-saham anggota indeks LQ45 pada 10 Agustus 2026 diwarnai koreksi tajam di beberapa saham berharga mahal.

Total nilai transaksi bursa tercatat Rp18,2 triliun. Investor asing melanjutkan net beli besar-besaran, kali ini 4,22 miliar saham dari sisi volume dan Rp829,7 miliar dari sisi nilai, meneruskan pola dari perdagangan sebelumnya.

Rasio harga berbanding laba (price earning ratio/PER) menunjukkan berapa kali lipat harga saham dibanding laba bersih per sahamnya.

Rasio harga berbanding nilai buku (price to book value/PBV) membandingkan harga saham dengan nilai aset bersih perusahaan per saham.

PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) jadi penurun terbesar di kelompok ini, 1,91%, disusul PT Indofood Sukses Makmur (INDF) yang turun 1,68%.

Empat saham menguat tipis (INKP, JPFA, BBTN, BBNI), sementara PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) stagnan.

PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) mencatat penurunan terbesar di antara seluruh 20 saham gabungan, 4,05%.

PT Barito Pacific (BRPT) dan PT Indika Energy (INDY) turut terkoreksi dalam, masing-masing turun 3,63% dan 3,33%.

PT Merdeka Copper Gold (MDKA) justru jadi satu-satunya saham yang menguat signifikan, naik 3,40%, sementara PT Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) tetap memegang status PBV terendah di seluruh 20 saham gabungan, 0,36 kali.

PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) dan PT Bumi Resources (BUMI) sama-sama tidak bergerak dari harga sebelumnya . PT United Tractors (UNTR) tercatat sebagai salah satu dari sedikit saham di kelompok termahal yang menguat, naik 1,58%.

Tags

Terkini