Saham Riot Platforms Melonjak Lebih dari 20 Persen di Aftermarket

Saham Riot Platforms Melonjak Lebih dari 20 Persen di Aftermarket
Ilustrasi saham riot (FOTO : NET)

JAKARTA – Saham Riot Platforms melonjak 24,3% dalam perdagangan after-hours hingga mencapai $24,12, melanjutkan penguatan setelah Bloomberg melaporkan bahwa perjanjian sewa jangka panjang pusat data AI yang baru-baru ini diumumkan ternyata melibatkan Anthropic.

Riot juga membukukan pendapatan Q2 2026 yang jauh melampaui ekspektasi, dengan pendapatan kuartal kedua sebesar $174,2 juta, melampaui konsensus analis yang berada di kisaran $152–$155 juta dan naik 14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Namun, faktor pendukung utama bagi saham ini adalah pengumuman perjanjian sewa 20 tahun dengan sebuah laboratorium AI terdepan untuk kapasitas IT kritis sebesar 191 megawatt di fasilitas Riot yang berlokasi di Rockdale, Texas. Bloomberg melaporkan bahwa laboratorium AI yang dimaksud adalah Anthropic.

Perjanjian sewa ini diperkirakan akan menghasilkan total pendapatan kontrak awal sekitar $9,1 miliar hingga Juni 2048. Two opsi perpanjangan lima tahun berpotensi mendorong total nilai kontrak hingga sekitar $16,1 miliar. CEO Jason Les menyebut kesepakatan ini sebagai "momen penentu dalam evolusi kami menjadi pengembang terkemuka pusat data skala besar," sebagaimana dilansir dari berita sumber yang menegaskan pergeseran strategis perusahaan dari penambang Bitcoin menjadi penyedia infrastruktur digital berbasis kontrak.

Langkah ini sangat kontras dengan sektor penambangan kripto yang lebih luas, yang berada di bawah tekanan selama jam perdagangan reguler pada 10 Agustus karena harga Bitcoin melemah dan penjualan Bitcoin oleh Strategy membebani kelompok ini. Rekan-rekan utama Riot — MARA Holdings dan CleanSpark — masing-masing turun tajam dalam sesi tersebut, sementara indeks utama AS (S&P 500, Dow Jones, dan Nasdaq) semuanya berakhir relatif datar pada 11 Agustus.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index