FINANSIALINSIGHT.COM — Program pompanisasi ini merupakan kelanjutan strategi yang pernah terbukti menaikkan produksi. Sebelumnya, pemasangan 100 ribu unit pompa menghasilkan tambahan produksi gabah sekitar 2,8 juta ton di Jawa. Tahun ini pemerintah menambah 50 ribu unit lagi sehingga total mencapai 150 ribu unit.
Kekeringan 30 Ribu Hektare: 0,27% dari Total Lahan Tanam
Amran menjelaskan angka tersebut tersebar di berbagai wilayah, termasuk sejumlah lumbung pangan. Namun dari total luas tanam 11 juta hektare, persentasenya relatif kecil. "Ini terakhir kami dapat 30 ribu hektare dari total tanaman 11 juta hektare. Aman kan?," kata Amran di Karawang.
Kendati kecil, kekeringan berpotensi memangkas produksi di titik-titik terdampak. Pemerintah mengirimkan pompa untuk lahan yang mengalami kekeringan, sekaligus menyasar lahan yang punya sumber air tapi belum ditanami. "Jadi ada dua, ada kita kirim pompa karena kekeringan, ada karena tidak bisa tanam," ujarnya.
Pompanisasi: Target Tambahan 50 Ribu Unit dan Perluasan 100 Ribu Hektare
Untuk seluruh Indonesia, Amran menyebut pemerintah telah menyalurkan lebih dari 100 ribu pompa. Tahun ini ditargetkan tambahan sekitar 50 ribu unit, sehingga totalnya menjadi sekitar 150 ribu. Penyisiran lahan dilakukan di Jawa dan luar Jawa untuk menemukan titik-titik yang punya potensi air tapi belum dioptimalkan.
"Dulu tanam dua kali, bisa tiga kali. Padahal ini dekat dari Jakarta. Nanti kita sisir, seluruh Jawa dan luar Jawa. Semua yang ada sumber air kita pasangkan pompa," ujarnya. Khusus untuk Jawa, target perluasan areal tanam mencapai 100 ribu hektare. Dukungan alat dan mesin pertanian juga disiapkan, termasuk alat panen serta traktor roda dua dan roda empat.
Karawang: Indeks Tanam Naik dan Tambahan Pendapatan Rp136 Miliar
Di Karawang, Kementerian Pertanian menargetkan indeks pertanaman (IP) naik dari dua kali menjadi tiga kali tanam setahun. Potensi lahan yang bisa didorong sekitar 3.000 hektare. Dengan produktivitas tujuh ton per hektare dan harga gabah Rp6.500 per kilogram, tambahan pendapatan petani diperkirakan mencapai Rp136 miliar.
Amran menyebut rata-rata produksi di Karawang saat ini tujuh ton per hektare. Dengan metode pertanian yang disebutnya "AS", produksi bisa mencapai 10 ton per hektare. Pemerintah juga menggunakan benih tahan kekeringan dan mengoptimalkan saluran irigasi primer, sekunder, serta tersier. "Intinya kita melakukan pompanisasi, kemudian benih yang tahan kekeringan, ini kemudian alat mesin pertanian kita drop kirim dari pusat," jelasnya.
Jaminan Stok Beras: Perhitungan Produksi, Gudang, dan Panen Berikutnya
Amran memastikan pemerintah terus memantau kondisi stok beras nasional di tengah kekeringan. Perhitungan sementara mencakup produksi yang masih di lahan, stok di gudang, serta potensi panen berikutnya. "Jadi aman. Kemudian kita hitung juga masalah kekeringan. El Nino Godzilla, insyaallah pangan kita aman, khususnya beras," ujarnya.
Ia menegaskan pemerintah tidak hanya bergantung pada satu variabel. Kombinasi antara perluasan areal tanam, pompanisasi, dan perbaikan infrastruktur irigasi menjadi kunci menjaga pasokan pangan nasional di tengah ancaman iklim kering.