JAKARTA – Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melanjutkan tren penguatan usai melaporkan kenaikan laba double digit per semester I-2026. Analis juga tegas memasang sikap bullish untuk saham BBRI.
Berdasarkan data Bloomberg pada perdagangan siang hari ini, Senin (31/8/2026), saham BBRI berhasil menguat 50 poin hingga mencapai posisi Rp3.240/saham.
Angka tersebut merupakan level tertinggi sejak pembukaan perdagangan pagi tadi. Adapun level terendahnya ada di Rp3.170/saham, usai dibuka di posisi Rp3.180/saham.
Nilai transaksi perdagangan saham BRI tercatat senilai Rp300,2 miliar dengan 93 juta saham ditransaksikan dan berpindah tangan. Sementara itu, frekuensi perdagangan yang terjadi mencapai sebanyak 19.151 kali.
Berdasarkan konsensus Bloomberg, sebanyak 25 analis merekomendasikan buy saham BBRI. Sementara itu, hanya ada delapan analis yang merekomendasikan hold, dan satu analis merekomendasikan sell dengan target harga 12 bulan ke depan di posisi Rp3.659/saham.
Menariknya, sejumlah analis memiliki target harga yang jauh lebih tinggi. Salah satunya adalah analis Yap Swie Cu dari Yuanta yang merekomendasikan buy dengan target harga Rp4.900/saham, di mana rekomendasi ini diberikan bertepatan dengan pengumuman laporan laba bersih konsolidasian Bank BRI.
Selanjutnya, analis Ivan Ng dari Autonomous Research turut memberikan rekomendasi serupa dengan mematok target harga sebesar Rp4.000/saham.
Selain itu, Razqi Kurniawan dari Bahana Sekuritas juga menyematkan target harga saham BBRI hingga mencapai Rp4.250/saham.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau Bank BRI berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 17,5% secara tahunan menjadi Rp31,18 triliun pada semester I-2026.
Berdasarkan laporan keuangan BBRI per semester I-2026, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk berhasil mencapai Rp30,87 triliun, melesat 17,5% dari periode sebelumnya yang sebesar Rp26,28 triliun. Pertumbuhan kinerja laba ini ditopang oleh peningkatan pendapatan bunga bersih.
Pada enam bulan pertama tahun 2026 ini, BRI mencatatkan pendapatan bunga bersih sebesar Rp80,53 triliun. Capaian tersebut tumbuh 9,9% jika dibandingkan dengan Rp73,27 triliun pada periode yang sama di tahun lalu.