Bursa Asia Bergerak Menguat Didorong Proyeksi Positif Nvidia

Bursa Asia Bergerak Menguat Didorong Proyeksi Positif Nvidia
Ilustrasi bursa saham asia (FOTO : NET)

JAKARTA – Bursa saham Asia bergerak menguat pada perdagangan Jumat (28/8/2026) mengikuti penguatan Wall Street setelah proyeksi penjualan Nvidia yang optimistis memperkuat prospek permintaan berbasis kecerdasan buatan (AI). Kenaikan ini didorong oleh optimisme pasar terhadap pertumbuhan sektor teknologi global.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,8 persen ke atas level 66.650, sementara indeks Topix menguat 0,78 persen. Kenaikan tersebut sekaligus memulihkan sebagian besar penurunan pada sesi sebelumnya.

Mengutip Trading Economics, sentimen positif turut ditopang kinerja saham teknologi setelah Nvidia memberikan proyeksi penjualan yang lebih kuat dari perkiraan, sehingga meningkatkan optimisme terhadap pertumbuhan permintaan terkait AI.

Namun, investor masih mencermati pidato Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole untuk mencari petunjuk mengenai arah suku bunga Amerika Serikat (AS) selanjutnya.

Dari Jepang, data ekonomi menunjukkan tingkat pengangguran turun menjadi 2,4 persen pada Juli 2026, level terendah dalam setahun. Sementara itu, inflasi Tokyo meningkat ke level tertinggi dalam lima bulan pada Agustus.

Di sisi korporasi, Mizuho Bank mengambil langkah hukum terhadap Radiant World di Mahkamah Agung Singapura. Langkah tersebut berkaitan dengan kekhawatiran bahwa pedagang bijih besi itu memberikan dokumen palsu kepada sejumlah bank untuk memperoleh pembiayaan.

Pergerakan positif juga terlihat di sejumlah bursa utama Asia lainnya. Shanghai Composite naik 0,18 persen, Hang Seng Hong Kong menguat 0,08 persen, ASX 200 Australia tumbuh 0,31 persen, sedangkan STI Singapura naik 0,23 persen.

Berbeda dengan mayoritas bursa Asia, indeks acuan Korea Selatan, KOSPI, turun lebih dari 1 persen ke kisaran 6.835 pada Jumat. Penurunan ini mengakhiri reli selama tiga sesi berturut-turut.

Pelaku pasar di Korea Selatan juga memilih berhati-hati menjelang pidato Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole. Sikap tersebut membatasi dampak positif dari penguatan Wall Street pada perdagangan sebelumnya.

Padahal, Wall Street ditutup menguat setelah Nvidia melaporkan kinerja yang lebih baik dari perkiraan serta memberikan prospek pendapatan yang optimistis.

Saham-saham produsen cip Korea Selatan gagal mengikuti penguatan saham teknologi AS. Samsung Electronics dan SK hynix masing-masing turun lebih dari 1 persen, sehingga membatasi sentimen positif di pasar.

Tekanan terhadap KOSPI juga datang dari Samsung Biologics yang merosot hampir 5 persen setelah mengumumkan rencana menghimpun dana sebesar KRW3 triliun melalui penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).

Kombinasi pelemahan saham teknologi dan aksi korporasi tersebut membuat KOSPI tertekan meski sentimen global terhadap sektor AI masih relatif positif.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index